• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO Melemah, Pasar Tunggu Data Ekspor dan Produksi Malaysia

Harga CPO Melemah, Pasar Tunggu Data Ekspor dan Produksi Malaysia

July 18, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga CPO kontrak berjangka di Bursa Malaysia kembali ditutup melemah pada Rabu, 17 Juli 2025. Penurunan ini seiring sikap hati-hati para pelaku pasar yang tengah menanti data ekspor dan produksi utama yang akan dirilis pekan depan.

Analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Dr. Sathia Varqa, mengatakan bahwa pelaku pasar saat ini cenderung menunggu sinyal pasar terbaru, khususnya data ekspor dan produksi Malaysia untuk periode 1 hingga 20 Juli.

You might also like

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026

“Data penting berikutnya adalah estimasi surveyor kargo untuk ekspor dan angka produksi dari Asosiasi Minyak Sawit Malaysia, yang dapat memberikan panduan lebih jelas bagi pasar,” ujarnya kepada Bernama.

Ia menjelaskan bahwa pasar CPO saat ini terlihat stagnan, terutama untuk kontrak jangka pendek mulai Agustus hingga Desember 2025 yang hanya menunjukkan sedikit pergerakan.

“Setelah dua sesi dengan fluktuasi tajam, pasar terlihat kehilangan arah. Harga sempat bergerak di dua sisi di awal perdagangan, namun akhirnya menetap di zona negatif menjelang penutupan,” imbuhnya.

Pada penutupan perdagangan:

  • Kontrak spot Agustus turun RM20 menjadi RM4.138 per ton
  • Kontrak September 2025 turun RM18 menjadi RM4.180 per ton
  • Kontrak Oktober 2025 turun RM14 menjadi RM4.210 per ton
  • Kontrak November 2025 turun RM16 menjadi RM4.217 per ton
  • Kontrak Desember 2025 turun RM20 menjadi RM4.213 per ton
  • Kontrak Januari 2026 turun RM27 menjadi RM4.205 per ton

Volume perdagangan tercatat naik menjadi 119.798 lot dari 90.890 lot pada sesi sebelumnya. Sementara itu, posisi open interest meningkat menjadi 232.699 kontrak, dari sebelumnya 231.958 kontrak. Adapun harga CPO fisik untuk pengiriman Juli Selatan tetap stabil di posisi RM4.170 per ton.

— Bernama

Previous Post

Drama Hukum 1 Dekade Berakhir, Bos Samsung Lee Jae-yong Bebas dari Tuduhan Penipuan

Next Post

Sektor Otomotif Tetap Optimistis Meski Pasar Mobil Dalam Negeri Lagi Lesu

Berita Terkait

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi
Ekbis

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi perhatian dalam dinamika ketenagakerjaan Indonesia sepanjang 2026. Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menunjukkan sebanyak...

Read more

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026
BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

September 17, 2026
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

September 16, 2026
Next Post
Sektor Otomotif Tetap Optimistis Meski Pasar Mobil Dalam Negeri Lagi Lesu

Sektor Otomotif Tetap Optimistis Meski Pasar Mobil Dalam Negeri Lagi Lesu

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.