• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Perang Melawan Iran Kuras Kantong AS, Biaya Operasi Militer Tembus Rp500 Triliun

Perang Melawan Iran Kuras Kantong AS, Biaya Operasi Militer Tembus Rp500 Triliun

June 21, 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran terus memunculkan dampak besar, tidak hanya dari sisi keamanan dan geopolitik, tetapi juga terhadap keuangan Washington. Sejak perang dimulai pada akhir Februari 2026, biaya yang harus ditanggung pemerintah AS telah mencapai puluhan miliar dolar dan diperkirakan masih akan terus membengkak.

Data terbaru Pentagon menunjukkan biaya perang AS terhadap Iran telah mencapai sekitar US$29 miliar atau setara lebih dari Rp500 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan estimasi sebelumnya yang berada di level US$25 miliar pada akhir April lalu. Kenaikan biaya terutama berasal dari kebutuhan amunisi, perbaikan dan penggantian peralatan militer, serta biaya operasional pasukan yang terus bertugas di kawasan konflik.

You might also like

Kim Jong Un Perkuat Militer, Waspadai “Perang Nuklir di Depan Mata”

Kim Jong Un Perkuat Militer, Waspadai “Perang Nuklir di Depan Mata”

June 23, 2026
Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

Israel Abaikan Kesepakatan Damai AS-Iran, Serangan ke Lebanon Tetap Berlanjut

June 19, 2026

Besarnya biaya perang menjadi sorotan dalam berbagai sidang di Kongres AS. Sejumlah anggota parlemen mempertanyakan transparansi Pentagon dalam menghitung pengeluaran perang yang terus meningkat. Di tengah tekanan ekonomi domestik dan tingginya biaya hidup masyarakat Amerika, pengeluaran militer dalam jumlah besar memicu perdebatan politik yang semakin tajam.

Jika ditelusuri sejak awal konflik, laju pengeluaran militer AS terbilang sangat cepat. Dalam enam hari pertama operasi militer terhadap Iran, pemerintahan AS dilaporkan telah menghabiskan sedikitnya US$11,3 miliar. Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk amunisi, pengerahan armada, operasi udara, serta dukungan logistik bagi pasukan yang terlibat dalam pertempuran.

Tidak berhenti di situ, Pentagon kini disebut membutuhkan tambahan dana hingga US$80 miliar untuk menutup berbagai kebutuhan perang dan biaya terkait lainnya. Permintaan tersebut disampaikan kepada para anggota Kongres dan berpotensi menjadi salah satu paket anggaran tambahan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah lembaga pemantau bahkan memperkirakan total biaya perang dapat melampaui US$100 miliar apabila konflik berlangsung lebih lama. Perhitungan itu tidak hanya mencakup biaya operasi militer langsung, tetapi juga dampak tidak langsung seperti perawatan veteran, penggantian persenjataan, kenaikan harga energi, hingga beban bunga utang pemerintah akibat peningkatan belanja negara.

Konflik tersebut juga memberikan tekanan terhadap perekonomian global. Ketegangan di Timur Tengah sempat memicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi. Kondisi ini ikut memperbesar beban ekonomi yang harus ditanggung Washington di tengah upaya menjaga pertumbuhan ekonomi domestik.

Bagi pemerintahan Presiden Donald Trump, perang Iran kini tidak hanya menjadi persoalan militer, tetapi juga tantangan fiskal dan politik. Dengan biaya yang terus bertambah dan kebutuhan pendanaan baru yang mencapai puluhan miliar dolar, Kongres diperkirakan akan menghadapi perdebatan panjang mengenai sejauh mana AS mampu mempertahankan operasi militer tersebut tanpa memperburuk kondisi anggaran negara.

Previous Post

Israel Abaikan Kesepakatan Damai AS-Iran, Serangan ke Lebanon Tetap Berlanjut

Next Post

Estonia Siapkan “KTP Digital” untuk Agen AI, Pertama di Dunia

Berita Terkait

Kim Jong Un Perkuat Militer, Waspadai “Perang Nuklir di Depan Mata”
Internasional

Kim Jong Un Perkuat Militer, Waspadai “Perang Nuklir di Depan Mata”

by admin
June 23, 2026
0

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kekuatan militer negaranya di tengah meningkatnya ketegangan global. Ia...

Read more
Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

Israel Abaikan Kesepakatan Damai AS-Iran, Serangan ke Lebanon Tetap Berlanjut

June 19, 2026
Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

Rancangan Kesepakatan Damai AS–Iran Mengemuka, Isyarat Baru Redakan Ketegangan Timur Tengah

June 14, 2026
Skema Dana Jumbo UEA ke Iran Jadi Sorotan, Diduga untuk Redam Ketegangan Regional

Skema Dana Jumbo UEA ke Iran Jadi Sorotan, Diduga untuk Redam Ketegangan Regional

June 13, 2026
Next Post
Estonia Siapkan “KTP Digital” untuk Agen AI, Pertama di Dunia

Estonia Siapkan “KTP Digital” untuk Agen AI, Pertama di Dunia

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.