• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kadin Beberkan Sejumlah Masalah yang Dapat Hambat Pertumbuhan Industri Nasional

Kadin Beberkan Sejumlah Masalah yang Dapat Hambat Pertumbuhan Industri Nasional

February 22, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Sektor industri terancam akibat tingginya harga gas. Kamar Dangan dan Industri (Kadin) khawatir kondisi ini akan berdampak buruk terhadap kinerja industri nasional.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Saleh Husin mengatakan, industri nasional kini tengah menggu dukungan pemerintah—terutama dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8%—sesuai keinginan Presiden Prabowo Subianto.

You might also like

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

July 9, 2026
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026

“Jika target itu ingin dicapai, industri nasional harus berkembang. Palig tidak dengan berkontribusi terhadap PDB minimal 29%,” ujar Saleh dalam diskusi bertajuk Atmosfer dan Dukungan Dunia Usaha untuk Percepatan Hilirisasi Gas Alam pada, 21 Februari 2025.

Menurutnya, Kadin telah memetakan beberapa permasalahan yang dapat menghambat pertumbuhan industri nasional. Salah satunya, terkait energi gas di Indonesia masih lebih mahal dibandingkan negara pesaing seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Kedua, pasokan bahan baku industri kerap terkendala akibat kebijakan sektoral yang tidak sinkron, serta harga yang kurang ekonomis. Ketiga, biaya logistik yang tinggi turut menjadi beban bagi industri, sementara penerapan harga gas bumi tertentu (HGBT) masih terbatas sehingga daya saing produk nasional di pasar global belum optimal.

Selain itu, Saleh juga menyoroti ketidakpastian regulasi akibat kebijakan yang sering berubah-ubah. “Semua ini kami sampaikan sebagai bentuk masukan ilmiah demi kemajuan bangsa agar target pertumbuhan 8% dapat tercapai,” tambahnya.

Saleh juga menekankan bahwa potensi hilirisasi minyak dan gas bumi masih sangat luas. Gas alam dapat diolah menjadi LNG, amoniak, CO2, dan metanol, yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi urea, amonium nitrat, soda ash, DME, asam asetat, biodiesel, hingga produk industri seperti melamin, pupuk NPK, dan bahan bakar.***

Previous Post

Harga Emas Pegadaian 22 Februari 2025: Antam dan Gelari24 Tertahan, UBS Naik Tipis

Next Post

Kinerja Makin Solid, BTN Siap Berkontribusi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau
Ekbis

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

by admin
July 9, 2026
0

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali mengakhiri perdagangan di zona hijau. Pada penutupan sesi perdagangan Kamis (9/7/2026), indeks saham...

Read more
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026
Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

July 5, 2026
Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

July 3, 2026
Next Post
Kinerja Makin Solid, BTN Siap Berkontribusi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kinerja Makin Solid, BTN Siap Berkontribusi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.