• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO Naik Akibat Jumlah Produksi dan Perang Dagang

Harga CPO Naik Akibat Jumlah Produksi dan Perang Dagang

March 7, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga Crude Palm Oil (CPO) di kontrak berjangka minyak kelapa sawit Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kembali menguat pada Kamis, 6 Maret 2025. Kenaikan ini dipicu oleh ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China serta kekhawatiran terhadap pelemahan produksi CPO.

Berdasarkan data BMD, kontrak berjangka CPO untuk Maret 2025 naik 75 Ringgit Malaysia menjadi 4.744 Ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, kontrak April 2025 terkerek 62 Ringgit Malaysia ke level 4.582 Ringgit Malaysia per ton.

You might also like

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026

Untuk kontrak Mei 2025, harga meningkat 63 Ringgit Malaysia menjadi 4.480 Ringgit Malaysia per ton, sedangkan kontrak Juni 2025 naik 61 Ringgit Malaysia ke level 4.383 Ringgit Malaysia per ton. Kenaikan juga terjadi pada kontrak Juli 2025 yang bertambah 44 Ringgit Malaysia menjadi 4.286 Ringgit Malaysia per ton, serta kontrak Agustus 2025 yang menguat 33 Ringgit Malaysia ke posisi 4.222 Ringgit Malaysia per ton.

Mengutip Bernama, analis pasar minyak sawit David Ng menyatakan bahwa sentimen positif di pasar didorong oleh kekhawatiran terhadap produksi dalam beberapa pekan mendatang. Selain itu, ketegangan perdagangan antara AS dan China turut memberikan dukungan terhadap kenaikan harga CPO.

“Kami memperkirakan harga CPO akan bergerak pada level support di 4.400 Ringgit Malaysia per ton dan level resistance di 4.600 Ringgit Malaysia per ton,” ujar David Ng.

Kenaikan harga ini memberikan angin segar bagi industri kelapa sawit, yang terus menghadapi tantangan global, termasuk kebijakan perdagangan dan dinamika pasokan.***

Sumber: Investor.id

Previous Post

5 Tips Travelling Jadul Ini Masih Relevan Dipakai Sekarang

Next Post

Dari Wajah hingga Kuku, Ini Keajaiban Lemon untuk Perawatan Diri

Berita Terkait

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi
Ekbis

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi perhatian dalam dinamika ketenagakerjaan Indonesia sepanjang 2026. Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menunjukkan sebanyak...

Read more

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026
BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

September 17, 2026
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

September 16, 2026
Next Post
Dari Wajah hingga Kuku, Ini Keajaiban Lemon untuk Perawatan Diri

Dari Wajah hingga Kuku, Ini Keajaiban Lemon untuk Perawatan Diri

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.