• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

July 9, 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali mengakhiri perdagangan di zona hijau. Pada penutupan sesi perdagangan Kamis (9/7/2026), indeks saham utama Indonesia bergerak naik dan bertahan di level 5.912, menunjukkan adanya penguatan setelah sebelumnya mengalami tekanan.

Pergerakan positif IHSG menjadi sinyal pemulihan setelah pasar saham domestik sempat terkoreksi pada perdagangan sebelumnya. Investor kembali melakukan aksi beli terhadap sejumlah saham sehingga mampu mendorong indeks bergerak menguat hingga akhir sesi.

You might also like

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026
Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

July 5, 2026

Sebelumnya, IHSG sempat mengalami pelemahan akibat tekanan sentimen pasar, termasuk perhatian investor terhadap kondisi ekonomi global serta pergerakan nilai tukar rupiah. Koreksi tersebut membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Namun, pada perdagangan kali ini sentimen positif kembali muncul. Penguatan sejumlah saham unggulan menjadi salah satu faktor yang membantu indeks kembali bergerak ke arah positif. Minat beli investor terlihat meningkat setelah harga beberapa saham mengalami penyesuaian akibat koreksi sebelumnya.

Analis pasar menilai pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari perkembangan ekonomi global, kebijakan bank sentral, hingga sentimen terhadap kondisi domestik. Investor juga tetap mencermati peluang sekaligus risiko di tengah volatilitas pasar yang masih berlangsung.

Kenaikan IHSG ke level 5.912 menunjukkan pasar modal Indonesia masih memiliki daya tahan menghadapi tekanan eksternal. Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan memperhatikan fundamental emiten dan tidak hanya mengikuti pergerakan jangka pendek.

Dengan penutupan positif ini, investor berharap tren penguatan dapat berlanjut pada perdagangan berikutnya. Namun, arah IHSG ke depan masih akan sangat bergantung pada sentimen global dan arus dana asing yang masuk ke pasar saham domestik.

Previous Post

Ledakan Mortir Tewaskan 3 Warga Bandung Barat, Diduga Saat Memulung Amunisi Bekas

Next Post

Mitos atau Fakta? Main HP Saat Dicas Bisa Bikin Ponsel Cepat Rusak

Berita Terkait

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia
Ekbis

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

by admin
July 7, 2026
0

Bank Indonesia (BI) merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang kembali mendekati level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Bank sentral menegaskan...

Read more
Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

July 5, 2026
Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

July 3, 2026
RAPBN 2027 Disepakati, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 6,5 Persen

RAPBN 2027 Disepakati, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 6,5 Persen

June 18, 2026
Next Post
Mitos atau Fakta? Main HP Saat Dicas Bisa Bikin Ponsel Cepat Rusak

Mitos atau Fakta? Main HP Saat Dicas Bisa Bikin Ponsel Cepat Rusak

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.