• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO Naik Tajam Ditopang Produksi Rendah dan Penguatan Harga Kedelai

Harga CPO Naik Tajam Ditopang Produksi Rendah dan Penguatan Harga Kedelai

July 24, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali mencatat kenaikan pada perdagangan Rabu, 23 Juli 2025. Kenaikan ini ditopang oleh penguatan harga minyak kedelai dan sentimen pasar yang positif akibat turunnya produksi CPO di Indonesia.

Pedagang minyak sawit David Ng mengatakan bahwa tren produksi CPO yang lebih rendah di Indonesia ikut mendorong kenaikan harga di pasar berjangka. “Kami melihat harga CPO didukung di atas RM4.250 dan memiliki resisten di kisaran RM4.400,” ujar David Ng kepada Bernama.

You might also like

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026

Pada penutupan perdagangan, kontrak spot bulan Agustus naik RM48 menjadi RM4.244 per ton. Kontrak September 2025 melonjak RM52 ke level RM4.298 per ton, sementara kontrak Oktober 2025 juga naik RM51 menjadi RM4.315 per ton.

Kenaikan berlanjut pada kontrak bulan-bulan berikutnya. Kontrak November 2025 naik RM49 menjadi RM4.320 per ton, Desember 2025 naik RM47 menjadi RM4.317, dan Januari 2026 naik RM51 menjadi RM4.313 per ton.

Volume perdagangan juga meningkat signifikan menjadi 75.900 lot dari 75.575 pada hari sebelumnya. Namun, open interest sedikit menurun menjadi 231.569 kontrak dari sebelumnya 231.767 kontrak.

Sementara itu, harga CPO fisik untuk wilayah Selatan pada Juli tercatat naik RM50 menjadi RM4.270 per ton.

Kenaikan ini menandakan sentimen positif di pasar minyak sawit berjangka, seiring kekhawatiran terhadap pasokan global dan tren harga minyak nabati lainnya.

— Bernama

Previous Post

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Juli 2025 Lanjutkan Tren Kenaikan Kemarin

Next Post

Cara Mengelola Kemarahan di Lingkungan Kerja agar Tetap Profesional

Berita Terkait

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi
Ekbis

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi perhatian dalam dinamika ketenagakerjaan Indonesia sepanjang 2026. Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menunjukkan sebanyak...

Read more

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026
BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

September 17, 2026
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

September 16, 2026
Next Post
Cara Mengelola Kemarahan di Lingkungan Kerja agar Tetap Profesional

Cara Mengelola Kemarahan di Lingkungan Kerja agar Tetap Profesional

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.