• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dibuka Untuk Umum, Gedung Pakuan Menjadi Destinasi Wisata Edukasi Sejarah

Dibuka Untuk Umum, Gedung Pakuan Menjadi Destinasi Wisata Edukasi Sejarah

May 5, 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Gedung Pakuan, salah satu bangunan bersejarah di Provinsi Jawa Barat, kini dibuka untuk masyarakat umum setiap Sabtu dan Minggu. Penjabat (Pj) Gubernur Jabar, Bey Machmudin, menjelaskan bahwa gedung ini memiliki banyak nilai edukasi bersejarah yang perlu dipahami oleh masyarakat.

Proses reservasi tiket untuk mengunjungi Gedung Pakuan dapat dilakukan melalui aplikasi Sapawarga. Masyarakat cukup mengunduh aplikasi Sapawarga, memilih menu Reservasi Kunjungan Gedung Pakuan, dan mengisi Form Pemesanan. Selanjutnya, mereka akan mendapatkan undangan melalui WhatsApp untuk mengunjungi gedung sesuai jadwal yang telah ditentukan.

You might also like

Ombudsman Temukan Kamar Mirip Apartemen di Lapas Cibinong, Pejabat Terancam Sanksi

Ombudsman Temukan Kamar Mirip Apartemen di Lapas Cibinong, Pejabat Terancam Sanksi

September 24, 2026
Karhutla Makin Parah, 3 Daerah di Kalbar Dilanda Udara Berbahaya

Karhutla Makin Parah, 3 Daerah di Kalbar Dilanda Udara Berbahaya

September 23, 2026

Reservasi tiket Gedung Pakuan dapat dilakukan pada Rabu hingga Jumat, dengan batas waktu pemesanan H-3 kunjungan, dan maksimal 5 tiket per akun. Setiap sesi kunjungan memiliki kuota maksimal 80 tiket, dengan dua sesi kunjungan setiap hari.

Meskipun tidak dipungut biaya masuk, pengunjung disediakan air minum gratis di lokasi. Bey menekankan pentingnya mengikuti arahan pemandu selama berkunjung ke Gedung Pakuan.

Gedung Pakuan, yang dibangun pada tahun 1867 pada masa Gubernur Jenderal Ch. F. Pahud, memiliki sejarah panjang sebagai tempat beristirahat tokoh-tokoh penting dunia saat Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955. Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan mengapresiasi warisan bersejarah yang ada di Jawa Barat.

 

 

sumber : detik.com

Previous Post

Masa Sih? Buah-buahan Ini Dipercaya Bisa Hilangkan Stres

Next Post

Bolehkah Melaporkan Penerima KIP Kuliah yang Tidak Tepat Sasaran? Ini Cara Lengkapnya

Berita Terkait

Ombudsman Temukan Kamar Mirip Apartemen di Lapas Cibinong, Pejabat Terancam Sanksi
Nasional

Ombudsman Temukan Kamar Mirip Apartemen di Lapas Cibinong, Pejabat Terancam Sanksi

September 24, 2026

Temuan fasilitas yang disebut menyerupai apartemen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memicu perhatian pemerintah....

Read more
Karhutla Makin Parah, 3 Daerah di Kalbar Dilanda Udara Berbahaya

Karhutla Makin Parah, 3 Daerah di Kalbar Dilanda Udara Berbahaya

September 23, 2026
Indonesia Siap Bikin Bensin dari Batu Bara, China Sudah Lebih Dulu Kembangkan Teknologinya

Indonesia Siap Bikin Bensin dari Batu Bara, China Sudah Lebih Dulu Kembangkan Teknologinya

September 21, 2026
Pencarian KM Virgo Diperpanjang 7 Hari, Begini Kondisi Terbaru Korban

Pencarian KM Virgo Diperpanjang 7 Hari, Begini Kondisi Terbaru Korban

September 19, 2026
Next Post
Bolehkah Melaporkan Penerima KIP Kuliah yang Tidak Tepat Sasaran? Ini Cara Lengkapnya

Bolehkah Melaporkan Penerima KIP Kuliah yang Tidak Tepat Sasaran? Ini Cara Lengkapnya

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.