• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dibuka Untuk Umum, Gedung Pakuan Menjadi Destinasi Wisata Edukasi Sejarah

Dibuka Untuk Umum, Gedung Pakuan Menjadi Destinasi Wisata Edukasi Sejarah

May 5, 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Gedung Pakuan, salah satu bangunan bersejarah di Provinsi Jawa Barat, kini dibuka untuk masyarakat umum setiap Sabtu dan Minggu. Penjabat (Pj) Gubernur Jabar, Bey Machmudin, menjelaskan bahwa gedung ini memiliki banyak nilai edukasi bersejarah yang perlu dipahami oleh masyarakat.

Proses reservasi tiket untuk mengunjungi Gedung Pakuan dapat dilakukan melalui aplikasi Sapawarga. Masyarakat cukup mengunduh aplikasi Sapawarga, memilih menu Reservasi Kunjungan Gedung Pakuan, dan mengisi Form Pemesanan. Selanjutnya, mereka akan mendapatkan undangan melalui WhatsApp untuk mengunjungi gedung sesuai jadwal yang telah ditentukan.

You might also like

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

April 1, 2026
Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

March 25, 2026

Reservasi tiket Gedung Pakuan dapat dilakukan pada Rabu hingga Jumat, dengan batas waktu pemesanan H-3 kunjungan, dan maksimal 5 tiket per akun. Setiap sesi kunjungan memiliki kuota maksimal 80 tiket, dengan dua sesi kunjungan setiap hari.

Meskipun tidak dipungut biaya masuk, pengunjung disediakan air minum gratis di lokasi. Bey menekankan pentingnya mengikuti arahan pemandu selama berkunjung ke Gedung Pakuan.

Gedung Pakuan, yang dibangun pada tahun 1867 pada masa Gubernur Jenderal Ch. F. Pahud, memiliki sejarah panjang sebagai tempat beristirahat tokoh-tokoh penting dunia saat Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955. Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan mengapresiasi warisan bersejarah yang ada di Jawa Barat.

 

 

sumber : detik.com

Previous Post

Masa Sih? Buah-buahan Ini Dipercaya Bisa Hilangkan Stres

Next Post

Bolehkah Melaporkan Penerima KIP Kuliah yang Tidak Tepat Sasaran? Ini Cara Lengkapnya

Berita Terkait

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara
Nasional

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

by admin
April 1, 2026
0

Sebanyak 1.256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Indonesia Timur dihentikan sementara operasionalnya...

Read more
Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

March 25, 2026
Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

March 11, 2026
Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

March 8, 2026
Next Post
Bolehkah Melaporkan Penerima KIP Kuliah yang Tidak Tepat Sasaran? Ini Cara Lengkapnya

Bolehkah Melaporkan Penerima KIP Kuliah yang Tidak Tepat Sasaran? Ini Cara Lengkapnya

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.