• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Presiden: Indonesia Akan Tetap Impor Beras

Presiden: Indonesia Akan Tetap Impor Beras

February 26, 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Meningkatnya jumlah penduduk menjadi alasan utama pemerintah impor beras. Kondisi itu pula, menurut Presiden Joko Widodo, yang membuat Indonesia kesulitan untuk mencapai swasembada pangan, terlebih produksi beras belum dapat memenuhi kebutuhan setiap tahun.

“Kita ingin tidak impor beras lagi, tapi produksinya belum mencukupi karena setiap tahun kita bertambah yang harus diberikan makan,” katanya.

You might also like

Ketua Pansus DPRD Riau, Abdullah: Dorong APBD “Kembali ke Dua Digit”

Ketua Pansus DPRD Riau, Abdullah: Dorong APBD “Kembali ke Dua Digit”

November 27, 2025

Memilih Sampo Non-SLS yang Tepat untuk Rambut dan Kulit Kepala yang Lebih Sehat

November 16, 2025

Jokowi menggarisbawahi kebutuhan pangan—khususnya beras—yang terus meningkat seiring dengan kelahiran 4 juta hingga 4,5 juta bayi baru setiap tahun. “Semua butuh makan, butuh beras,” tuturnya.

Meskipun demikian, Jokowi memberikan apresiasi terhadap peningkatan produksi jagung yang berhasil mengurangi ketergantungan pada impor.

Produksi jagung meningkat dari 3,7 juta ton pada tahun 2015 menjadi 800 ribu ton saat ini.

Presiden berharap petani terus meningkatkan produksi beras, dengan menargetkan Jawa Timur sebagai provinsi kedua terbesar dalam produksi beras di Indonesia.

Dengan begitu, surplus beras dapat dijadikan cadangan strategis pemerintah dan bahkan diekspor ke negara lain yang membutuhkan.

“Kita harus berproduksi, jika berlebih, dipakai sebagai cadangan strategis bagi pemerintah. Kalau negara lain butuh, gak apa-apa, tapi harganya mahal,” tambah Jokowi.

Dalam konteks ini, Jokowi juga menekankan pentingnya pemantauan kondisi lapangan terkait distribusi pupuk, memastikan kelancaran produksi padi dan beras di tingkat petani.

Upaya ini menjadi langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor beras.***

Previous Post

Alasan Starbucks Disebut Pro-Israel dan Ikut Diboikot

Next Post

Ketika Seorang Ibu Mengajarkan Anaknya Bertemu Rasulullah SAW Setiap Saat

Berita Terkait

Ketua Pansus DPRD Riau, Abdullah: Dorong APBD “Kembali ke Dua Digit”
Berita

Ketua Pansus DPRD Riau, Abdullah: Dorong APBD “Kembali ke Dua Digit”

by admin
November 27, 2025
0

PEKANBARU — DPRD Riau secara resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Daerah, Kamis (27/11/2025). Langkah ini menjadi upaya serius...

Read more

Memilih Sampo Non-SLS yang Tepat untuk Rambut dan Kulit Kepala yang Lebih Sehat

November 16, 2025
Menanam Asa di Tanah Lampung: Langkah Nyata Kasal Muhammad Ali untuk Wujudkan Kemandirian Pangan

Menanam Asa di Tanah Lampung: Langkah Nyata Kasal Muhammad Ali untuk Wujudkan Kemandirian Pangan

October 28, 2025

Game Digital Budaya Lokal, Cara Seru Menanamkan Cinta Tanah Air Sejak Dini

October 12, 2025
Next Post
Ketika Seorang Ibu Mengajarkan Anaknya Bertemu Rasulullah SAW Setiap Saat

Ketika Seorang Ibu Mengajarkan Anaknya Bertemu Rasulullah SAW Setiap Saat

Please login to join discussion
BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.