• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Industri Minuman Masih Banyak Pakai Bahan Baku Impor, Pengusaha Bingung dengan Harga Tinggi dan Stok Minim

Industri Minuman Masih Banyak Pakai Bahan Baku Impor, Pengusaha Bingung dengan Harga Tinggi dan Stok Minim

March 14, 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah sayangkan masih banyak industri minuman di dalam negeri menggunakan bahan baku impor untuk produknya. Para pengusaha sejauh ini masih kebingungan karena harga bahan baku dalam negeri masih tergolong tinggi dengan stok yang sangat terbatas.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Merrijantij Punguan Pintaria mengungkapkan, pemerintah telah menetapkan aturan terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 35% di berbagai sektor industri, dengan target khusus untuk industri minuman mencapai 25%.

You might also like

Rupiah Menguat ke Rp17.792 per Dolar AS, Jadi Kado HUT RI ke-81

August 17, 2026
Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

August 14, 2026

Merrijantij menjelaskan komitmen Kementerian Industri untuk terus mendorong industri minuman menggunakan bahan baku lokal. “Ini kami berupaya keras bagaimana bahan baku ini bisa dipenuhi dari dalam negeri di industri minuman,” ujarnya.

Namun demikian, Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) Triyono Prijosoesilo mengungkapkan, banyak pengusaha sudah menggunakan bahan lokal.

Menurutnya, jika masih ada yang mengandalkan bahan impor, hal itu disebabkan oleh ketersediaan atau harga yang lebih murah.

“Sebagian besar bahan-bahan yang kita pakai itu memang sudah lokal, tapi memang ada bahan-bahan yang memang perlu diimpor, salah satunya misalnya ada gula yang lebih murah,” jelas Triyono.

Meskipun demikian, beberapa pasokan bahan baku masih terbatas, sementara pengusaha harus terus memproduksi setiap saat. Ketersediaan buah-buahan yang tidak selalu stabil menjadi salah satu tantangan yang dihadapi.

Selain itu, bahan baku untuk kemasan juga menjadi kendala, seperti aluminium, yang membuat pelaku industri terpaksa memesannya dari luar.

Dengan adanya upaya keras pemerintah dan kesadaran industri untuk menggunakan lebih banyak bahan baku lokal, diharapkan industri minuman Indonesia dapat menjadi lebih mandiri dan berkelanjutan dalam jangka panjang.***

Previous Post

Tips Tetap Semangat dan Produktif di Kantor Walau Sedang Puasa

Next Post

Pembelian Gas LPG 3 Kg Bersubsidi Makin Diperketat

Berita Terkait

Ekbis

Rupiah Menguat ke Rp17.792 per Dolar AS, Jadi Kado HUT RI ke-81

by admin
August 17, 2026
0

Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Senin (17/8/2026) dengan pergerakan positif terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda sempat menguat...

Read more
Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

August 14, 2026
Cegah Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG 2027 Diusulkan untuk Dipangkas

Cegah Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG 2027 Diusulkan untuk Dipangkas

August 13, 2026
Harga Buyback Emas Antam Makin Tinggi, Naik Rp151 Ribu Sejak Awal 2026

Harga Buyback Emas Antam Makin Tinggi, Naik Rp151 Ribu Sejak Awal 2026

August 10, 2026
Next Post
Pembelian Gas LPG 3 Kg Bersubsidi Makin Diperketat

Pembelian Gas LPG 3 Kg Bersubsidi Makin Diperketat

Please login to join discussion
BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.