• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Proyek Pagar Laut di Banten Ganggu Produktivitas Nelayan, HNSI Angkat Suara

Wakil Ketua Umum DPP HNSI, Slamet Agus Priyono, SE, SH (kiri)

Proyek Pagar Laut di Banten Ganggu Produktivitas Nelayan, HNSI Angkat Suara

January 14, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

BERITAPONTIANAK.COM – DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) angkat bicara soal proyek pemagaran laut di wilayah Utara Banten yang menuai perhatian masyarakat.

HNSI mengkritisi bahwa proyek tersebut berdampak langsung pada hasil tangkapan nelayan, sehingga memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan mata pencaharian mereka.

You might also like

Ombudsman Temukan Kamar Mirip Apartemen di Lapas Cibinong, Pejabat Terancam Sanksi

Ombudsman Temukan Kamar Mirip Apartemen di Lapas Cibinong, Pejabat Terancam Sanksi

September 24, 2026
Karhutla Makin Parah, 3 Daerah di Kalbar Dilanda Udara Berbahaya

Karhutla Makin Parah, 3 Daerah di Kalbar Dilanda Udara Berbahaya

September 23, 2026

“Kami mendapatkan laporan dari beberapa rukun nelayan bahwa proyek tersebut menyulitkan (penangkapan ikan). Sehingga mengganggu produktifitas. Kami sangat mengecam hal itu,” kata Wakil Ketua Umum DPP HNSI, Slamet Agus Priyono, SE, SH.

Atas dasar itu, HNSI mendesak pemerintah agar meninjau ulang proyek pagar laut sepanjang 30 kilometer itu yang melintasi lebih dari 15 desa di Utara Banten itu.

Slamet menegaskan, pemerintah harus tegas terhadap proyek strategis yang justru merugikan nelayan.

“Kami mendesak agar semua proyek yang merugikan nelayan ditinjau ulang. Kami tahu bahwa Presiden sangat pro terhadap nelayan dan petani,” ujar Slamet.

Menurutnya, laut milik publik. Tidak boleh dikuasai oleh segelintir pihak, terutama jika dampaknya mengancam kehidupan masyarakat, khususnya nelayan. Saat ini, Slamet bersama timnya sedang menyiapkan materi advokasi untuk melindungi kepentingan nelayan.

“Kami mengumpulkan puluhan materi, mulai dari laporan tertulis hingga bukti video, untuk diserahkan ke pihak berwenang,” katanya.***

Previous Post

Harga Emas Pegadaian Hari Ini—14 Januari 2025—Antam, UBS dan Galeri 24 Terlengkap

Next Post

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Mendekati Rekor Tertinggi

Berita Terkait

Ombudsman Temukan Kamar Mirip Apartemen di Lapas Cibinong, Pejabat Terancam Sanksi
Nasional

Ombudsman Temukan Kamar Mirip Apartemen di Lapas Cibinong, Pejabat Terancam Sanksi

September 24, 2026

Temuan fasilitas yang disebut menyerupai apartemen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memicu perhatian pemerintah....

Read more
Karhutla Makin Parah, 3 Daerah di Kalbar Dilanda Udara Berbahaya

Karhutla Makin Parah, 3 Daerah di Kalbar Dilanda Udara Berbahaya

September 23, 2026
Indonesia Siap Bikin Bensin dari Batu Bara, China Sudah Lebih Dulu Kembangkan Teknologinya

Indonesia Siap Bikin Bensin dari Batu Bara, China Sudah Lebih Dulu Kembangkan Teknologinya

September 21, 2026
Pencarian KM Virgo Diperpanjang 7 Hari, Begini Kondisi Terbaru Korban

Pencarian KM Virgo Diperpanjang 7 Hari, Begini Kondisi Terbaru Korban

September 19, 2026
Next Post
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Mendekati Rekor Tertinggi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Mendekati Rekor Tertinggi

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.