• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Proyek Pagar Laut di Banten Ganggu Produktivitas Nelayan, HNSI Angkat Suara

Wakil Ketua Umum DPP HNSI, Slamet Agus Priyono, SE, SH (kiri)

Proyek Pagar Laut di Banten Ganggu Produktivitas Nelayan, HNSI Angkat Suara

January 14, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

BERITAPONTIANAK.COM – DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) angkat bicara soal proyek pemagaran laut di wilayah Utara Banten yang menuai perhatian masyarakat.

HNSI mengkritisi bahwa proyek tersebut berdampak langsung pada hasil tangkapan nelayan, sehingga memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan mata pencaharian mereka.

You might also like

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

April 1, 2026
Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

March 25, 2026

“Kami mendapatkan laporan dari beberapa rukun nelayan bahwa proyek tersebut menyulitkan (penangkapan ikan). Sehingga mengganggu produktifitas. Kami sangat mengecam hal itu,” kata Wakil Ketua Umum DPP HNSI, Slamet Agus Priyono, SE, SH.

Atas dasar itu, HNSI mendesak pemerintah agar meninjau ulang proyek pagar laut sepanjang 30 kilometer itu yang melintasi lebih dari 15 desa di Utara Banten itu.

Slamet menegaskan, pemerintah harus tegas terhadap proyek strategis yang justru merugikan nelayan.

“Kami mendesak agar semua proyek yang merugikan nelayan ditinjau ulang. Kami tahu bahwa Presiden sangat pro terhadap nelayan dan petani,” ujar Slamet.

Menurutnya, laut milik publik. Tidak boleh dikuasai oleh segelintir pihak, terutama jika dampaknya mengancam kehidupan masyarakat, khususnya nelayan. Saat ini, Slamet bersama timnya sedang menyiapkan materi advokasi untuk melindungi kepentingan nelayan.

“Kami mengumpulkan puluhan materi, mulai dari laporan tertulis hingga bukti video, untuk diserahkan ke pihak berwenang,” katanya.***

Previous Post

Harga Emas Pegadaian Hari Ini—14 Januari 2025—Antam, UBS dan Galeri 24 Terlengkap

Next Post

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Mendekati Rekor Tertinggi

Berita Terkait

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara
Nasional

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

by admin
April 1, 2026
0

Sebanyak 1.256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Indonesia Timur dihentikan sementara operasionalnya...

Read more
Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

March 25, 2026
Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

March 11, 2026
Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

March 8, 2026
Next Post
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Mendekati Rekor Tertinggi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Mendekati Rekor Tertinggi

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.