• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Anggaran Kementerian Agama Dipotong Hingga Rp14 Triliun, Nasaruddin Umar Bisa Berbuat Apa?

Anggaran Kementerian Agama Dipotong Hingga Rp14 Triliun, Nasaruddin Umar Bisa Berbuat Apa?

February 11, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Anggaran Kementerian Agama (Kemenang) dipotong hingga Rp14 triliun. Pemangkasan ini diklaim pemerintah sebagai bagian dari kebijakan efisiensi. Namun begitu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pihaknya sedang mencari solusi agar pelaksanaan program tetap berjalan tanpa hambatan.

Dia optimis bahwa Kementerian Agama dapat mengatasi tantangan ini dengan strategi yang tepat. “Insya Allah, kami punya cara untuk mengatasi persoalan ini. Kami masih sangat optimis. Pendiri bangsa kita dulu tanpa dukungan APBN bisa berbuat banyak dan berbuat besar. Jadi jangan takut,” ujar Nasaruddin.

You might also like

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

April 1, 2026
Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

March 25, 2026

Saat ini, Kementerian Agama sedang melakukan peninjauan dan penyisiran anggaran untuk menentukan pos yang akan dipangkas. Pemotongan anggaran akan difokuskan pada perjalanan dinas serta sejumlah item lain yang sudah diatur dalam Instruksi Presiden dan Surat Menteri Keuangan.

“Program yang benar-benar perlu dan produktif akan tetap jalan. Insya Allah, kami akan menemukan solusi dan angka yang tepat, sehingga tidak ada program yang terhambat,” tegas Menag.

Dia juga menekankan bahwa kondisi ini harus dilihat sebagai peluang untuk meningkatkan efisiensi serta menciptakan strategi baru dalam pengelolaan anggaran. “Tantangan kita adalah menciptakan opsi-opsi yang berlapis untuk mengatasi persoalan ini,” tambahnya.

Meskipun menghadapi pemangkasan anggaran, Kementerian Agama berkomitmen agar seluruh program tetap berjalan secara efektif. Menag berharap, melalui langkah-langkah efisiensi yang tepat, pelaksanaan kebijakan dan layanan Kementerian Agama kepada masyarakat tidak akan terganggu.

“Kami akan memastikan bahwa penghematan ini tidak berdampak pada program-program penting. Efisiensi adalah tantangan sekaligus peluang untuk bekerja lebih inovatif dan efektif,” tutupnya.***

Sumber: Kemenag RI

Previous Post

BTN Rayakan HUT ke-75, Luncurkan Super App Bale by BTN untuk Perbankan Digital

Next Post

Hipertensi Berisiko Ganggu Fungsi Kognitif dan Daya Ingat

Berita Terkait

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara
Nasional

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

by admin
April 1, 2026
0

Sebanyak 1.256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Indonesia Timur dihentikan sementara operasionalnya...

Read more
Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

March 25, 2026
Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

March 11, 2026
Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

March 8, 2026
Next Post
Hipertensi Berisiko Ganggu Fungsi Kognitif dan Daya Ingat

Hipertensi Berisiko Ganggu Fungsi Kognitif dan Daya Ingat

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.