• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO Anjlok di Bursa Malaysia, Tertekan Sentimen Negatif

Harga CPO Anjlok di Bursa Malaysia, Tertekan Sentimen Negatif

March 4, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga Crude Palm Oil (CPO) kontrak di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) jatuh pada perdagangan Senin, 3 Februari 2025.

Penurunan ini dipicu oleh dua faktor utama, yakni melemahnya harga dalian palm olein serta kekhawatiran terhadap permintaan yang lesu dalam beberapa pekan ke depan.

You might also like

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

July 9, 2026
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026

Mengutip Bernama, analis pasar minyak sawit David Ng mengatakan bahwa tren pelemahan ini dipengaruhi oleh prospek permintaan yang masih lesu, sehingga harga CPO cenderung mengalami tekanan.

“Kami memperkirakan harga CPO akan menemukan level support di 4.430 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 4.600 Ringgit Malaysia per ton,” ujar David Ng.

Penurunan harga CPO terjadi di tengah ketidakpastian pasar global serta fluktuasi harga minyak nabati lainnya, terutama dari pasar China.

Para pelaku pasar kini mencermati dinamika permintaan dan faktor eksternal lain yang dapat memengaruhi harga komoditas ini dalam waktu dekat.

Berdasarkan data BMD, kontrak berjangka CPO untuk Maret 2025 turun 47 Ringgit Malaysia menjadi 4.682 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak April 2025 terkoreksi 60 Ringgit Malaysia menjadi 4.585 Ringgit Malaysia per ton.

Kontrak CPO untuk Mei 2025 anjlok 70 Ringgit Malaysia menjadi 4.484 Ringgit Malaysia per ton, sementara kontrak Juni 2025 melemah 73 Ringgit Malaysia ke level 4.382 Ringgit Malaysia per ton.

Kontrak Juli 2025 juga tertekan 74 Ringgit Malaysia ke 4.290 Ringgit Malaysia per ton, dan kontrak Agustus 2025 turun 71 Ringgit Malaysia menjadi 4.231 Ringgit Malaysia per ton.***

Previous Post

PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 53,6 di Februari, Kontras dengan Gelombang PHK

Next Post

BRK Syariah Serahkan CSR Sempena Syukuran Pelantikan Gubri dan Wagubri Terpilih

Berita Terkait

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau
Ekbis

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

by admin
July 9, 2026
0

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali mengakhiri perdagangan di zona hijau. Pada penutupan sesi perdagangan Kamis (9/7/2026), indeks saham...

Read more
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026
Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

July 5, 2026
Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

July 3, 2026
Next Post
BRK Syariah Serahkan CSR Sempena Syukuran Pelantikan Gubri dan Wagubri Terpilih

BRK Syariah Serahkan CSR Sempena Syukuran Pelantikan Gubri dan Wagubri Terpilih

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.