• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO di Bursa Malaysia Makin Tergelincir

Harga CPO di Bursa Malaysia Makin Tergelincir

March 12, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga CPO (Crude Palm Oil) di kontrak berjangka Bursa Malaysia Derivatives (BMD) tergelincir dan mayoritas melemah pada Selasa, 11 Maret 2025. Pelemahan ini dipicu oleh turunnya ekspor CPO, yang mempengaruhi sentimen pasar.

Dikutip dari Bernama, analis perdagangan minyak sawit David Ng menyatakan bahwa penurunan harga CPO mayoritas disebabkan oleh melemahnya ekspor. Pelaku pasar saat ini tengah mencermati estimasi ekspor serta prospek produksi dalam beberapa pekan ke depan.

You might also like

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026

“Penguatan Ringgit Malaysia terhadap dolar AS juga berkontribusi pada sentimen pasar yang lesu,” ujar Ng.

Secara teknikal, Ng menjelaskan bahwa harga CPO saat ini berada di level support 4.400 Ringgit Malaysia per ton, sementara resistance berada di 4.680 Ringgit Malaysia per ton.

Pelaku pasar akan terus memantau perkembangan ekspor serta faktor fundamental lainnya yang dapat mempengaruhi pergerakan harga CPO dalam waktu dekat.

Berdasarkan data BMD, kontrak berjangka CPO untuk Maret 2025 turun 39 Ringgit Malaysia menjadi 4.737 Ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, kontrak April 2025 justru naik 17 Ringgit Malaysia ke level 4.633 Ringgit Malaysia per ton.

Untuk kontrak Mei 2025, harga CPO melemah 11 Ringgit Malaysia menjadi 4.488 Ringgit Malaysia per ton. Penurunan juga terjadi pada kontrak Juni 2025 yang turun 12 Ringgit Malaysia menjadi 4.370 Ringgit Malaysia per ton.

Kontrak berjangka CPO Juli 2025 tercatat melemah 4 Ringgit Malaysia menjadi 4.274 Ringgit Malaysia per ton, sedangkan kontrak Agustus 2025 terpangkas 3 Ringgit Malaysia ke level 4.212 Ringgit Malaysia per ton.***

Previous Post

Harga Emas Pegadaian 12 Maret 2025, Antam 1 Gram Turun Cukup Dalam

Next Post

Kementerian ESDM Pastikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Ditargetkan Beroperasi Lebih Cepat

Berita Terkait

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi
Ekbis

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi perhatian dalam dinamika ketenagakerjaan Indonesia sepanjang 2026. Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menunjukkan sebanyak...

Read more

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026
BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

September 17, 2026
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

September 16, 2026
Next Post
Kementerian ESDM Pastikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Ditargetkan Beroperasi Lebih Cepat

Kementerian ESDM Pastikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Ditargetkan Beroperasi Lebih Cepat

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.