• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO di Bursa Malaysia Makin Tergelincir

Harga CPO di Bursa Malaysia Makin Tergelincir

March 12, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga CPO (Crude Palm Oil) di kontrak berjangka Bursa Malaysia Derivatives (BMD) tergelincir dan mayoritas melemah pada Selasa, 11 Maret 2025. Pelemahan ini dipicu oleh turunnya ekspor CPO, yang mempengaruhi sentimen pasar.

Dikutip dari Bernama, analis perdagangan minyak sawit David Ng menyatakan bahwa penurunan harga CPO mayoritas disebabkan oleh melemahnya ekspor. Pelaku pasar saat ini tengah mencermati estimasi ekspor serta prospek produksi dalam beberapa pekan ke depan.

You might also like

Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

March 4, 2026
Ratusan Ribu Mitra Gojek Akan Terdaftar BPJS Gratis, Berlaku Bertahap 2026

Ratusan Ribu Mitra Gojek Akan Terdaftar BPJS Gratis, Berlaku Bertahap 2026

February 19, 2026

“Penguatan Ringgit Malaysia terhadap dolar AS juga berkontribusi pada sentimen pasar yang lesu,” ujar Ng.

Secara teknikal, Ng menjelaskan bahwa harga CPO saat ini berada di level support 4.400 Ringgit Malaysia per ton, sementara resistance berada di 4.680 Ringgit Malaysia per ton.

Pelaku pasar akan terus memantau perkembangan ekspor serta faktor fundamental lainnya yang dapat mempengaruhi pergerakan harga CPO dalam waktu dekat.

Berdasarkan data BMD, kontrak berjangka CPO untuk Maret 2025 turun 39 Ringgit Malaysia menjadi 4.737 Ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, kontrak April 2025 justru naik 17 Ringgit Malaysia ke level 4.633 Ringgit Malaysia per ton.

Untuk kontrak Mei 2025, harga CPO melemah 11 Ringgit Malaysia menjadi 4.488 Ringgit Malaysia per ton. Penurunan juga terjadi pada kontrak Juni 2025 yang turun 12 Ringgit Malaysia menjadi 4.370 Ringgit Malaysia per ton.

Kontrak berjangka CPO Juli 2025 tercatat melemah 4 Ringgit Malaysia menjadi 4.274 Ringgit Malaysia per ton, sedangkan kontrak Agustus 2025 terpangkas 3 Ringgit Malaysia ke level 4.212 Ringgit Malaysia per ton.***

Previous Post

Harga Emas Pegadaian 12 Maret 2025, Antam 1 Gram Turun Cukup Dalam

Next Post

Kementerian ESDM Pastikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Ditargetkan Beroperasi Lebih Cepat

Berita Terkait

Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman
Ekbis

Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

by admin
March 4, 2026
0

Pemerintah Indonesia memastikan stabilitas pasokan pangan dan energi nasional tetap terjaga meski tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah terus meningkat....

Read more
Ratusan Ribu Mitra Gojek Akan Terdaftar BPJS Gratis, Berlaku Bertahap 2026

Ratusan Ribu Mitra Gojek Akan Terdaftar BPJS Gratis, Berlaku Bertahap 2026

February 19, 2026
Investasi Perak Makin Dilirik: Peluang, Keuntungan, dan Strategi Cerdas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Investasi Perak Makin Dilirik: Peluang, Keuntungan, dan Strategi Cerdas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

February 14, 2026
Bulog Cetak Sejarah, Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi Tembus Pasar Internasional

Bulog Cetak Sejarah, Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi Tembus Pasar Internasional

February 14, 2026
Next Post
Kementerian ESDM Pastikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Ditargetkan Beroperasi Lebih Cepat

Kementerian ESDM Pastikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Ditargetkan Beroperasi Lebih Cepat

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.