• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO Terus Melemah, Kontrak Mei 2025 Turun ke RM4.070 per Ton

Harga CPO Terus Melemah, Kontrak Mei 2025 Turun ke RM4.070 per Ton

April 22, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga kontrak crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives terus melemah dan kembali ditutup melemah pada Senin, 21 April 2025. Penurunan ini menandai pelemahan selama enam hari berturut-turut, dipicu oleh rendahnya harga minyak mentah dunia dan penguatan ringgit terhadap dolar AS yang menekan sentimen pasar.

Trader komoditas David Ng menyebut bahwa kekhawatiran atas meningkatnya produksi turut memperburuk tekanan pasar. “Kami melihat level support di RM3.850 per ton dan resistance di RM4.080 per ton,” ujarnya, seperti dilansir dari Bernama, Selasa, 22 April 2025.

You might also like

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

July 9, 2026
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026

Dari sisi fundamental, pasar tengah menantikan laporan data produksi dari asosiasi terkait di Malaysia, seperti Southern Peninsular Palm Oil Millers’ Association (SPPOMA), Malaysian Palm Oil Association (MPOA), dan UOB Kay Hian. Data ini akan mengonfirmasi pemulihan produksi CPO secara dua digit pada periode 1–20 April, dibanding bulan sebelumnya.

Namun, Anilkumar Bagani, Kepala Riset Komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, menambahkan bahwa kondisi makroekonomi global yang melemah serta minimnya permintaan dari negara tujuan utama seperti India, semakin membebani harga CPO.

Berdasarkan data penutupan perdagangan, kontrak CPO Mei 2025 turun RM47 menjadi RM4.070 per ton. Kontrak Juni juga merosot RM54 ke RM3.962 per ton, sementara Juli jatuh RM65 ke RM3.910 per ton. Kontrak Agustus dan September masing-masing turun RM67 dan RM75, menjadi RM3.894 dan RM3.884 per ton. Oktober 2025 juga melemah RM75 ke posisi RM3.884 per ton.

Volume perdagangan tercatat menurun dari 72.684 lot menjadi 70.503 lot, sedangkan minat terbuka turun ke 238.488 kontrak dari sebelumnya 239.000. Untuk harga fisik CPO wilayah Selatan Malaysia bulan Mei, tercatat turun RM130 ke level RM4.120 per ton.***

(Bernama)

Previous Post

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Menguat di Awal Pekan Akibat Ulah Trump ke The Fed

Next Post

Harga Emas Pegadaian 23 April 2025 Semua Jenis Produk Kompak Naik

Berita Terkait

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau
Ekbis

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

by admin
July 9, 2026
0

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali mengakhiri perdagangan di zona hijau. Pada penutupan sesi perdagangan Kamis (9/7/2026), indeks saham...

Read more
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026
Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

July 5, 2026
Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

July 3, 2026
Next Post
Harga Emas Pegadaian 23 April 2025 Semua Jenis Produk Kompak Naik

Harga Emas Pegadaian 23 April 2025 Semua Jenis Produk Kompak Naik

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.