• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO Turun, Tertekan Oleh Ekspor Lemah dan Sentimen Global Negatif

Harga CPO Turun, Tertekan Oleh Ekspor Lemah dan Sentimen Global Negatif

July 29, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga CPO kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin, 28 Juli 2025.

Penurunan itu karena melemahnya kinerja ekspor minyak sawit Malaysia sepanjang Juli.

You might also like

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

July 9, 2026
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026

Kepala Penelitian Komoditas Sunvin Group, Anilkumar Bagani, mengungkapkan ekspor minyak sawit Malaysia periode 1–25 Juli hanya mencapai 1.029.585 ton berdasarkan data Intertek Testing Services.

Angka ini turun 9,23% dibandingkan periode yang sama bulan Juni.

Laporan serupa datang dari AmSpec Agri Malaysia yang mencatat ekspor sebesar 896.484 ton selama periode tersebut, turun signifikan sebesar 15,22% dibandingkan tahun lalu.

Analis pasar David Ng mengatakan penurunan harga CPO juga dipicu oleh kekhawatiran akan meningkatnya produksi dan pelemahan permintaan dalam beberapa pekan ke depan.

Selain itu, tekanan juga datang dari penurunan harga minyak kedelai di bursa Chicago Board of Trade (CBOT), yang turut memengaruhi sentimen pasar.

“Kami melihat level support di RM4.200 dan resistance di RM4.350,” ujar David Ng menambahkan.

Pada penutupan hari ini, kontrak spot CPO untuk pengiriman Agustus 2025 turun RM71 menjadi RM4.150 per ton.

Kontrak September 2025 melemah RM35 menjadi RM4.223 per ton, dan kontrak Oktober 2025 turun RM31 ke level RM4.242 per ton.

Sementara itu, kontrak November 2025 turun RM30 menjadi RM4.253, Desember 2025 melemah RM30 ke posisi RM4.260, dan Januari 2026 terkoreksi RM27 menjadi RM4.263 per ton.

Volume perdagangan juga mengalami penurunan signifikan, hanya mencapai 48.430 lot dibandingkan 82.818 lot pada Jumat lalu.

Minat terbuka turun menjadi 226.093 kontrak dari sebelumnya 229.303.

Adapun harga fisik CPO untuk wilayah Selatan Malaysia tercatat turun RM30 menjadi RM4.200 per ton.***

Previous Post

3 Orang Tewas dalam Insiden Kereta Tergelincir di Jerman Barat

Next Post

Pemerintah Kurangi Impor Minyak dari Timur Tengah, Fokus Kerja Sama Energi Senilai Rp245 Triliun

Berita Terkait

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau
Ekbis

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

by admin
July 9, 2026
0

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali mengakhiri perdagangan di zona hijau. Pada penutupan sesi perdagangan Kamis (9/7/2026), indeks saham...

Read more
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026
Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

July 5, 2026
Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

July 3, 2026
Next Post
Pemerintah Kurangi Impor Minyak dari Timur Tengah, Fokus Kerja Sama Energi Senilai Rp245 Triliun

Pemerintah Kurangi Impor Minyak dari Timur Tengah, Fokus Kerja Sama Energi Senilai Rp245 Triliun

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.