• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pemerintah Kurangi Impor Minyak dari Timur Tengah, Fokus Kerja Sama Energi Senilai Rp245 Triliun

Industri migas | Foto: Chitsanupong.

Pemerintah Kurangi Impor Minyak dari Timur Tengah, Fokus Kerja Sama Energi Senilai Rp245 Triliun

July 30, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Indonesia berencana mengurangi impor minyak dan gas (migas) dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan Asia.

Kebijakan ini sejalan dengan kerja sama energi senilai US$15 miliar (sekitar Rp245,9 triliun) yang telah disepakati bersama Amerika Serikat (AS), kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia.

You might also like

Harga Buyback Emas Antam Makin Tinggi, Naik Rp151 Ribu Sejak Awal 2026

Harga Buyback Emas Antam Makin Tinggi, Naik Rp151 Ribu Sejak Awal 2026

August 10, 2026
Impor Daging dan Susu Thailand Berpotensi Ganggu Neraca Perdagangan RI

Impor Daging dan Susu Thailand Berpotensi Ganggu Neraca Perdagangan RI

August 5, 2026

Keputusan ini setelah pertemuan Bahlil dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, pada 28 Juli 2025.

Menurutnya, kerja sama tersebut mencakup impor berbagai produk energi seperti minyak mentah, Bahan Bakar Minyak (BBM), serta Liquefied Petroleum Gas (LPG).

“Impor dari negara lain akan kita kurangi, seperti dari Timur Tengah dan Asia. Fokusnya sekarang pada kerja sama dengan Amerika Serikat,” ujar Bahlil.

Pemerintah saat ini tengah menyusun perangkat kebijakan untuk memastikan harga energi impor dari AS tetap kompetitif dan menguntungkan secara ekonomi.

“Harga tentu harus bersaing. Saat ini kami sedang menyusun perangkat untuk memastikan itu,” tambahnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa impor LPG dari Amerika Serikat sudah dimulai dan akan terus ditingkatkan volumenya. Namun, Bahlil belum merinci angka pasti peningkatan volume impor tersebut.

“Kalau LPG sudah berjalan. Tinggal kita tingkatkan volumenya, dan itu sekarang sedang kami hitung,” jelasnya.

Kesepakatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pasokan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada kawasan tertentu.

Di sisi lain, hubungan bilateral dengan AS di bidang energi juga diharapkan mendorong investasi dan stabilitas pasokan dalam negeri.***

Sumber: Investor.id
Previous Post

Harga CPO Turun, Tertekan Oleh Ekspor Lemah dan Sentimen Global Negatif

Next Post

Kata Mensos soal BPS Akan Perbarui Indikator Garis Kemiskinan

Berita Terkait

Harga Buyback Emas Antam Makin Tinggi, Naik Rp151 Ribu Sejak Awal 2026
Ekbis

Harga Buyback Emas Antam Makin Tinggi, Naik Rp151 Ribu Sejak Awal 2026

by admin
August 10, 2026
0

Harga buyback emas Antam bertambah Rp151.000 sepanjang tahun berjalan, menguat 6,39 persen ke level Rp2.511.000 per gram pada Senin, 10...

Read more
Impor Daging dan Susu Thailand Berpotensi Ganggu Neraca Perdagangan RI

Impor Daging dan Susu Thailand Berpotensi Ganggu Neraca Perdagangan RI

August 5, 2026
Kurs Rupiah Melemah, Yen Tetap Bertahan di Tengah Gejolak Pasar

Kurs Rupiah Melemah, Yen Tetap Bertahan di Tengah Gejolak Pasar

August 4, 2026
Harga Emas Menguat di Tengah Pelemahan Harga Minyak Dunia

Harga Emas Menguat di Tengah Pelemahan Harga Minyak Dunia

August 3, 2026
Next Post
Kata Mensos soal BPS Akan Perbarui Indikator Garis Kemiskinan

Kata Mensos soal BPS Akan Perbarui Indikator Garis Kemiskinan

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.