• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Gerbang Ekspor ke Eropa Makin Terbuka, Pemerintah Kejar Implementasi IEU-CEPA 2027

June 6, 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Indonesia menargetkan implementasi penuh perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) mulai berlaku pada awal 2027. Target tersebut ditetapkan setelah proses ratifikasi diharapkan dapat diselesaikan pada semester kedua 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah bersama Uni Eropa tengah mempercepat berbagai tahapan yang diperlukan agar ratifikasi perjanjian berjalan sesuai jadwal. Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral dengan Maroš Šefčovič di sela agenda Brussels Economic Security Forum di Belgia.

You might also like

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026

Menurut Airlangga, penyelesaian ratifikasi menjadi langkah krusial agar manfaat ekonomi dari IEU-CEPA dapat segera dirasakan pelaku usaha di kedua kawasan. Pemerintah menilai perjanjian tersebut akan menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Uni Eropa.

Salah satu keuntungan utama yang akan diperoleh Indonesia dari implementasi IEU-CEPA adalah penghapusan tarif perdagangan pada sekitar 98 persen pos tarif. Kebijakan tersebut berpotensi membuka akses yang lebih luas bagi produk ekspor Indonesia ke pasar Eropa melalui fasilitas bea masuk nol persen untuk sebagian besar komoditas.

Dengan berkurangnya hambatan tarif, produk-produk Indonesia diperkirakan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar Uni Eropa. Pemerintah berharap kondisi tersebut dapat mendorong peningkatan ekspor nasional sekaligus memperluas peluang bagi pelaku industri dalam negeri untuk menembus pasar internasional.

Selain membahas ratifikasi IEU-CEPA, kedua pihak juga meninjau sejumlah agenda lanjutan menjelang rencana kunjungan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, ke Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis yang selama ini terus berkembang antara Indonesia dan Uni Eropa.

Para pejabat juga sepakat untuk mempercepat penyelesaian berbagai proses administratif dan regulasi yang diperlukan agar implementasi perjanjian dapat berjalan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

Dalam pertemuan yang sama, Indonesia dan Uni Eropa turut membahas potensi kerja sama investasi melalui program Global Gateway. Fokus pembahasan mencakup pengembangan sektor mineral kritis yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung transisi energi global dan industri teknologi hijau.

Bagi Indonesia, kerja sama tersebut sejalan dengan agenda hilirisasi sumber daya alam yang tengah didorong pemerintah guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Sementara itu, Uni Eropa membutuhkan pasokan mineral strategis untuk memperkuat rantai pasok industri energi bersih dan teknologi masa depan.

Pemerintah menilai penyelesaian ratifikasi IEU-CEPA pada 2026 akan menjadi tonggak penting dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, implementasi perjanjian pada awal 2027 diharapkan mampu membuka peluang perdagangan yang lebih besar, menarik investasi baru, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Dengan prospek akses pasar yang semakin luas dan dukungan kerja sama investasi strategis, IEU-CEPA dipandang sebagai salah satu kesepakatan ekonomi paling penting bagi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Previous Post

Ekspansi ke Ibukota, BRK Syariah Gandeng Nazhir Wakaf Warrior Kembangkan Wakaf Uang

Next Post

Beasiswa CSR BRK Syariah Bantu Mahasiswa STIT Mumtaz Karimun Wujudkan Cita-cita Pendidikan

Berita Terkait

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi
Ekbis

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi perhatian dalam dinamika ketenagakerjaan Indonesia sepanjang 2026. Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menunjukkan sebanyak...

Read more

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026
BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

September 17, 2026
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

September 16, 2026
Next Post

Beasiswa CSR BRK Syariah Bantu Mahasiswa STIT Mumtaz Karimun Wujudkan Cita-cita Pendidikan

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.