• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 8 Bandara Ditutup Termasuk Soetta dan Halim

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 8 Bandara Ditutup Termasuk Soetta dan Halim

September 7, 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali berdampak terhadap aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia. Sebaran abu vulkanik membuat delapan bandara harus menghentikan sementara operasionalnya, termasuk Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dan Bandara Halim Perdanakusuma.

Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan sementara sejumlah bandara terdampak demi memastikan keselamatan penerbangan. Sebelumnya, penutupan dijadwalkan berlangsung hingga Senin (7/9/2026) pagi.

You might also like

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan penutupan di Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma kembali diperpanjang hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026 akibat kondisi ruang udara yang masih terdampak abu vulkanik.

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian serius karena dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Abu vulkanik yang masuk ke mesin pesawat berpotensi mengganggu kinerja mesin serta sistem penerbangan.

Pemerintah bersama pihak terkait terus memantau pergerakan abu vulkanik dan kondisi atmosfer sebelum menentukan apakah bandara yang ditutup sudah aman untuk kembali melayani penerbangan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan keselamatan menjadi pertimbangan utama pemerintah. Kondisi atmosfer yang dinamis membuat arah angin pada berbagai lapisan ketinggian dapat berubah dengan cepat.

Karena itu, pemerintah belum dapat memastikan secara pasti kapan seluruh bandara terdampak bisa kembali beroperasi normal.

Ini 8 Bandara yang Terdampak

Pada tahap awal, terdapat delapan bandara yang mengalami penutupan akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Bandara tersebut meliputi:

  1. Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang
  2. Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
  3. Bandara Radin Inten II, Lampung
  4. Bandara Husein Sastranegara, Bandung
  5. Bandara Budiarto, Curug, Tangerang
  6. Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan
  7. Bandara Taufik Kiemas, Pesisir Barat, Lampung
  8. Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Sumatera Selatan

Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menghindari risiko terhadap penerbangan yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik.

Ribuan Penerbangan dan Penumpang Terdampak

Dampak penutupan bandara tidak kecil. Berdasarkan laporan sebelumnya, gangguan akibat penutupan delapan bandara tersebut telah berdampak terhadap sekitar 1.558 penerbangan dan 170.000 penumpang.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap jadwal penerbangan. Penumpang yang seharusnya melakukan perjalanan dari atau menuju bandara terdampak harus menghadapi penundaan, pembatalan, maupun perubahan jadwal.

Sejumlah penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta juga sebelumnya mengalami gangguan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pemerintah Lakukan Pemantauan Berkala

Untuk memastikan kondisi abu vulkanik, Kementerian Perhubungan melakukan pemantauan secara berkala di bandara terdampak.

Salah satu metode yang digunakan adalah paper test setiap 30 menit untuk melihat perkembangan penyebaran abu, apakah semakin meluas atau mulai berkurang.

Apabila bandara nantinya dinyatakan aman untuk dibuka kembali, pesawat yang akan beroperasi juga harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu.

Hal tersebut penting untuk memastikan tidak ada sisa abu vulkanik yang berpotensi mengganggu mesin maupun komponen penting pesawat.

Penutupan Bisa Berubah Sewaktu-waktu

Dengan kondisi Gunung Anak Krakatau yang masih menjadi perhatian, status operasional bandara dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca, arah angin, dan konsentrasi abu vulkanik di ruang udara.

Pemerintah menegaskan bahwa pembukaan kembali bandara tidak hanya bergantung pada berakhirnya erupsi, tetapi juga pada hasil pemantauan kondisi ruang udara dan tingkat keamanan penerbangan.

Bagi calon penumpang, kondisi ini membuat pengecekan status penerbangan menjadi semakin penting sebelum menuju bandara.

Erupsi Gunung Anak Krakatau bukan hanya berdampak pada aktivitas vulkanik di sekitar Selat Sunda, tetapi juga telah mengganggu mobilitas udara di sejumlah wilayah. Dengan keselamatan penerbangan menjadi prioritas, operasional bandara akan kembali dibuka setelah kondisi dinyatakan aman oleh otoritas terkait.

Previous Post

Dari Secangkir Kopi ke Peluang Bisnis, BTN Perkuat Ekosistem Kopi Agar Naik Kelas

Next Post

Chatbot AI Bisa Terlihat Seperti Kena Mental, Ini yang Sebenarnya Terjadi

Berita Terkait

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi
Ekbis

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi perhatian dalam dinamika ketenagakerjaan Indonesia sepanjang 2026. Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menunjukkan sebanyak...

Read more

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026
BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

September 17, 2026
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

September 16, 2026
Next Post
Chatbot AI Bisa Terlihat Seperti Kena Mental, Ini yang Sebenarnya Terjadi

Chatbot AI Bisa Terlihat Seperti Kena Mental, Ini yang Sebenarnya Terjadi

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.