• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Presiden Prabowo Subianto.

Sikap Presiden Prabowo di Kasus Beras Oplosan: Banyak Pemain Jahat Pengusaha yang Menipu Rakyat

July 21, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Presiden Prabowo Subianto menyatakan sikap tegas terhadap maraknya praktik kecurangan dalam distribusi pangan, khususnya peredaran beras oplosan yang dijual sebagai beras premium.

Dalam pidatonya saat menutup Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Minggu, 20 Juli 2025, Prabowo mengecam keras oknum pengusaha yang terlibat dalam praktik manipulasi harga dan mutu beras.

You might also like

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026

“Masih banyak permainan jahat dari pengusaha-pengusaha yang menipu rakyat. Beras biasa dibilang beras premium, harganya dinaikkan seenaknya. Ini pelanggaran!” tegas Presiden Prabowo di hadapan peserta kongres.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga langsung memerintahkan aparat penegak hukum, yakni Jaksa Agung dan Kepolisian Republik Indonesia, untuk segera mengusut dan menindak tegas para pelaku kecurangan tanpa pandang bulu.

“Saya telah minta Jaksa Agung dan polisi menindak pengusaha-pengusaha itu dengan tegas. Jangan ada toleransi!” ujarnya.

Presiden menyebut praktik pengoplosan beras ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan sudah masuk dalam kategori kejahatan ekonomi besar. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kerugian negara akibat praktik tersebut mencapai Rp100 triliun setiap tahun, atau setara dengan Rp1.000 triliun dalam lima tahun.

“Ini kejahatan ekonomi yang luar biasa. Menurut saya, ini sudah termasuk subversi ekonomi. Menikam rakyat!” ungkap Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengajak publik membayangkan dampak positif jika kerugian akibat praktik curang tersebut bisa ditekan dan dialihkan untuk pembangunan. Ia menyebut, dana sebesar Rp1.000 triliun selama lima tahun bisa dimanfaatkan untuk menghapus kemiskinan secara signifikan.

“Bayangkan kalau uang Rp100 triliun per tahun itu digunakan untuk rakyat. Kita bisa hilangkan kemiskinan dalam lima tahun!” ujarnya.***

Previous Post

Thai Tea dan Teh Tarik: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Bedanya

Next Post

Harga Emas Antam Hari Ini 21 Juli 2025, 1 Gram Dijual Rp1.927.000

Berita Terkait

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi
Ekbis

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi perhatian dalam dinamika ketenagakerjaan Indonesia sepanjang 2026. Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menunjukkan sebanyak...

Read more

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026
BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

September 17, 2026
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

September 16, 2026
Next Post

Harga Emas Antam Hari Ini 21 Juli 2025, 1 Gram Dijual Rp1.927.000

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.