• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO Naik Dua Hari Beruntun, Tapi Masih Tertekan Profit Taking

Harga CPO Naik Dua Hari Beruntun, Tapi Masih Tertekan Profit Taking

December 25, 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), mencatatkan kenaikan dalam dua hari terakhir.

Pada perdagangan Selasa, 24 Desember 2024, harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman Maret ditutup di level MYR4.555 per ton, naik 0,29% dibandingkan hari sebelumnya.

You might also like

Ketegangan Timur Tengah Reda, Ini Dampaknya bagi Harga BBM Malaysia

Trump Masukkan Selat Hormuz ke Peta AS, Iran Bereaksi Keras

August 19, 2026
Drone Misterius Masuk Rumania, Jet Tempur Spanyol Dikerahkan hingga Menembak

Drone Misterius Masuk Rumania, Jet Tempur Spanyol Dikerahkan hingga Menembak

August 16, 2026

Dilansir dari Bloomberg Technoz, Rabu, 25 Desember 2024, kenaikan ini melanjutkan tren positif setelah pada awal pekan harga melonjak 2,46%.

Secara keseluruhan, harga CPO mencatat kenaikan 0,79% secara point-to-point dalam dua hari terakhir.

Dalam sebulan terakhir harga CPO masih mengalami penurunan 3,55%. Sebagian besar penyebabnya, aksi ambil untung alias profit taking.

Pertimbangannya, harga CPO telah melonjak 22,71% sepanjang 2024 (year-to-date/ytd). Walaupun sebelumnya, harga sempat tertekan selama enam hari berturut-turut.

Dalam rangka momentum Natal 2024, Bursa Malaysia libur. Namun, analisis teknikal memberikan gambaran untuk perdagangan selanjutnya.

Secara harian, harga CPO masih berada dalam zona bearish.

Relative Strength Index (RSI) berada di level 46,09, sedikit di bawah ambang netral 50, yang mengindikasikan kecenderungan bearish.

Indikator Stochastic RSI berada di level 33,68, menunjukkan sinyal jual (short) yang cukup kuat.

Namun, ruang kenaikan harga tetap terbuka dalam jangka pendek. Target resisten pertama berada di MYR 4.674 per ton, yang merupakan Moving Average (MA) 10.

Jika level ini berhasil ditembus, maka target berikutnya adalah MA-20 di MYR 4.842 per ton.

Sebaliknya, level support berada di MYR 4.351 per ton. Penembusan di bawah level ini dapat membawa harga CPO turun lebih jauh ke MYR 4.179 per ton.

Kondisi pasar CPO saat ini mencerminkan dinamika yang kompleks, dengan potensi kenaikan masih ada, tetapi tekanan dari aksi ambil untung tetap menjadi faktor yang membatasi pergerakan harga.***

Previous Post

Daya Saing Indonesia Bisa Kalah dengan Vietnam Gara-gara PPN 12%

Next Post

Cek Harga Emas Pegadaian Hari Ini (26 Desember 2024), Antam, UBS dan Galeri 24

Berita Terkait

Ketegangan Timur Tengah Reda, Ini Dampaknya bagi Harga BBM Malaysia
Internasional

Trump Masukkan Selat Hormuz ke Peta AS, Iran Bereaksi Keras

by admin
August 19, 2026
0

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu ketegangan dengan Iran setelah mengunggah peta yang menampilkan Selat Hormuz sebagai bagian dari...

Read more
Drone Misterius Masuk Rumania, Jet Tempur Spanyol Dikerahkan hingga Menembak

Drone Misterius Masuk Rumania, Jet Tempur Spanyol Dikerahkan hingga Menembak

August 16, 2026
Jerat WNI dengan Tawaran Kerja, Indonesia-Kamboja Bidik Sindikat Online Scam

Jerat WNI dengan Tawaran Kerja, Indonesia-Kamboja Bidik Sindikat Online Scam

August 13, 2026

Kasus Kopilot Bawa 26 Kg Narkoba ke RI Terbongkar, Polisi Malaysia Kejar Pemasok

August 5, 2026
Next Post
Cek Harga Emas Pegadaian Hari Ini (26 Desember 2024), Antam, UBS dan Galeri 24

Cek Harga Emas Pegadaian Hari Ini (26 Desember 2024), Antam, UBS dan Galeri 24

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.