• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Perang Dagang China dan AS Terus Makin Panas, China Naikkan Tarif Hingga 125% untuk Amerika Serikat

Perang Dagang China dan AS Terus Makin Panas, China Naikkan Tarif Hingga 125% untuk Amerika Serikat

April 12, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Perang dagang antara China dan AS (Amerika Serikat) semakin memanas. Kali ini, China membalas AS dengan menaikkan tarif atas seluruh produk asal Amerika Serikat dari sebelumnya 84% menjadi 125%.

Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada 12 April 2025, sebagaimana diumumkan oleh Kementerian Keuangan China. Langkah ini merupakan bentuk pembalasan atas kebijakan terbaru Washington yang menetapkan tarif impor barang-barang dari China sebesar 145%.

You might also like

Kim Jong Un Perkuat Militer, Waspadai “Perang Nuklir di Depan Mata”

Kim Jong Un Perkuat Militer, Waspadai “Perang Nuklir di Depan Mata”

June 23, 2026
Perang Melawan Iran Kuras Kantong AS, Biaya Operasi Militer Tembus Rp500 Triliun

Perang Melawan Iran Kuras Kantong AS, Biaya Operasi Militer Tembus Rp500 Triliun

June 21, 2026

Dalam pernyataan resminya, pemerintah China menegaskan bahwa tidak masuk akal secara ekonomi jika AS terus melanjutkan kebijakan tarif tinggi terhadap produk asal China.

“Jika AS tetap menerapkan tarif terhadap barang ekspor China, maka pihak kami tidak akan memberikan tanggapan lebih lanjut. Pasar kami sudah tidak memungkinkan lagi untuk menerima barang dari AS dengan tarif saat ini,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Kebijakan tarif ini berdampak langsung pada pasar keuangan global. Indeks berjangka S&P 500 merosot setelah pengumuman tersebut, sementara indeks Hang Seng China Enterprises memangkas sebagian keuntungannya. Di sisi lain, nilai dolar AS turut tertekan, mendorong indeks mata uang Bloomberg turun lebih dari satu persen dalam sehari.

Pemerintah China juga menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan perdagangan AS. Kementerian Perdagangan menilai penggunaan tarif tinggi secara berulang oleh AS tidak lebih dari “permainan angka” tanpa dasar ekonomi yang kuat. “Langkah ini hanyalah bentuk tekanan politik dan ekonomi. Ini sudah menjadi lelucon,” ujar pernyataan tersebut.

Perang dagang China dan AS ini terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah AS berdalih bahwa tarif tinggi diterapkan untuk melindungi industri dalam negerinya dan mengatasi praktik dagang tidak adil dari China. Namun, Beijing menilai pendekatan ini kontraproduktif dan justru merugikan rantai pasok global.

Di tengah perang dagang China dan AS ini, negara-negara anggota ASEAN mendesak kedua pihak untuk membuka ruang dialog dan menghindari aksi saling balas yang bisa memperburuk situasi ekonomi regional dan global.***

Sumber: Bloomberg Technoz
Previous Post

Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Kota Bogor, Sejumlah Bangunan Alami Kerusakan

Next Post

Pak Presiden, Sektor Pertanian dan UMKM Masih Butuh Impor

Berita Terkait

Kim Jong Un Perkuat Militer, Waspadai “Perang Nuklir di Depan Mata”
Internasional

Kim Jong Un Perkuat Militer, Waspadai “Perang Nuklir di Depan Mata”

by admin
June 23, 2026
0

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kekuatan militer negaranya di tengah meningkatnya ketegangan global. Ia...

Read more
Perang Melawan Iran Kuras Kantong AS, Biaya Operasi Militer Tembus Rp500 Triliun

Perang Melawan Iran Kuras Kantong AS, Biaya Operasi Militer Tembus Rp500 Triliun

June 21, 2026
Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

Israel Abaikan Kesepakatan Damai AS-Iran, Serangan ke Lebanon Tetap Berlanjut

June 19, 2026
Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

Rancangan Kesepakatan Damai AS–Iran Mengemuka, Isyarat Baru Redakan Ketegangan Timur Tengah

June 14, 2026
Next Post
Pak Presiden, Sektor Pertanian dan UMKM Masih Butuh Impor

Pak Presiden, Sektor Pertanian dan UMKM Masih Butuh Impor

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.