• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga Referensi CPO Februari 2025 Turun, Pemerintah Tetapkan Bea Keluar dan Pungutan Ekspor

Harga CPO Hari Ini Makin Tertekan Akibat Sentimen Lemah di Pasar Minyak Kedelai

May 17, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga CPO / minyak kelapa sawit berjangka Malaysia ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 16 Mei 2025. Penurunan itu mengikuti pelemahan sentimen dari pasar minyak kedelai global. Hal ini dipengaruhi oleh ekspektasi penurunan mandat biodiesel pada 2026, menurut analis pasar David Ng.

“Pasar minyak kedelai menunjukkan pelemahan karena adanya harapan penurunan permintaan biodiesel di masa mendatang. Sentimen ini turut membebani pasar minyak sawit hari ini,” ujar David, dikutip dari Bernama, Sabtu, 17 Mei 2025.

You might also like

RAPBN 2027 Disepakati, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 6,5 Persen

RAPBN 2027 Disepakati, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 6,5 Persen

June 18, 2026
Telkom Tebar Dividen Rp21,9 Triliun, Tambah Aksi Buyback Rp4 Triliun untuk Perkuat Nilai Saham

Telkom Tebar Dividen Rp21,9 Triliun, Tambah Aksi Buyback Rp4 Triliun untuk Perkuat Nilai Saham

June 8, 2026

Ia menambahkan, level support untuk harga CPO hari ini diperkirakan berada di RM3.700 per ton, sementara resistensi di kisaran RM3.900 per ton.

Pada penutupan perdagangan, kontrak CPO bulan spot baru untuk Juni 2025 tercatat turun RM33 menjadi RM3.839 per ton. Kontrak Juli 2025 anjlok RM40 ke RM3.828 per ton, dan kontrak Agustus 2025 terkoreksi RM41 menjadi RM3.815 per ton.

Kontrak September 2025 turun RM44 ke level RM3.808 per ton. Sementara itu, Oktober 2025 melemah RM46 menjadi RM3.809 per ton, dan kontrak November 2025 turun RM42 ke harga RM3.818 per ton.

Volume perdagangan tercatat menurun signifikan menjadi 74.573 lot, dibandingkan 96.117 lot pada hari sebelumnya. Namun, open interest justru mengalami peningkatan menjadi 239.366 kontrak dari posisi sebelumnya sebesar 238.933 kontrak.

Untuk harga fisik CPO wilayah Selatan Malaysia pada bulan Mei, juga tercatat mengalami penurunan sebesar RM20, menjadi RM3.910 per ton.

Penurunan harga CPO ini mencerminkan tekanan dari ketidakpastian pasar minyak nabati secara global, serta dinamika kebijakan energi terbarukan yang memengaruhi ekspektasi permintaan ke depan.***

— Bernama

Previous Post

Harga Jual Emas Pegadaian Hari Ini Naik Tajam (17 Mei 2025), Antam Paling Dominan

Next Post

HNSI Versi Bogor Tegaskan Tak Kenal Tersangka Kasus Permintaan Proyek Rp5 Triliun

Berita Terkait

RAPBN 2027 Disepakati, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 6,5 Persen
Ekbis

RAPBN 2027 Disepakati, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 6,5 Persen

by admin
June 18, 2026
0

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah menyepakati asumsi dasar ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal yang akan menjadi landasan...

Read more
Telkom Tebar Dividen Rp21,9 Triliun, Tambah Aksi Buyback Rp4 Triliun untuk Perkuat Nilai Saham

Telkom Tebar Dividen Rp21,9 Triliun, Tambah Aksi Buyback Rp4 Triliun untuk Perkuat Nilai Saham

June 8, 2026
Rupiah Melemah, Pedagang Tempe Tertekan: Omzet Anjlok hingga 35 Persen dan Daya Beli Turun

Rupiah Melemah, Pedagang Tempe Tertekan: Omzet Anjlok hingga 35 Persen dan Daya Beli Turun

June 7, 2026

Gerbang Ekspor ke Eropa Makin Terbuka, Pemerintah Kejar Implementasi IEU-CEPA 2027

June 6, 2026
Next Post
HNSI Versi Bogor Tegaskan Tak Kenal Tersangka Kasus Permintaan Proyek Rp5 Triliun

HNSI Versi Bogor Tegaskan Tak Kenal Tersangka Kasus Permintaan Proyek Rp5 Triliun

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.