• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result

SBU Lumpuhkan Pembunuh Kolonel Voronych, Diduga Agen FSB Rusia

July 14, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Badan Intelijen Ukraina, SBU, mengumumkan keberhasilan operasi penangkapan terhadap anggota sel intelijen Rusia yang diduga membunuh Kolonel Ivan Voronych.

Operasi ini berlangsung di Kyiv pada Minggu pagi, 13 Juli 2025 dan berujung pada tewasnya beberapa tersangka yang disebut sebagai agen Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB).

You might also like

Presiden Iran Tanggapi Klaim AS soal Iran Akan Runtuh, Begini Pernyataannya

Presiden Iran Tanggapi Klaim AS soal Iran Akan Runtuh, Begini Pernyataannya

August 24, 2026
Ketegangan Timur Tengah Reda, Ini Dampaknya bagi Harga BBM Malaysia

Trump Masukkan Selat Hormuz ke Peta AS, Iran Bereaksi Keras

August 19, 2026

Dalam keterangan resminya, SBU menyebut bahwa para agen FSB melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. “Operasi khusus dilakukan pagi ini. Anggota sel FSB yang melawan langsung dilumpuhkan,” demikian pernyataan di kanal Telegram resmi SBU.

Kolonel Ivan Voronych, perwira tinggi di SBU, ditembak mati pada Kamis lalu dalam sebuah serangan siang bolong yang terekam kamera pengawas. Dua orang yang diduga menjadi pelaku — seorang pria dan seorang wanita — kini diidentifikasi sebagai bagian dari jaringan FSB di Ukraina.

SBU tidak mengungkap secara pasti jumlah pelaku yang tewas, namun merilis video yang memperlihatkan dua jasad di lokasi operasi.

Laporan media menyebut Voronych terlibat dalam sejumlah misi rahasia di wilayah pendudukan Rusia dan bahkan berperan dalam serangan Ukraina ke wilayah Kursk tahun 2024.

Penyelidikan awal menyatakan bahwa para pelaku diinstruksikan oleh handler mereka dari Rusia untuk memata-matai pergerakan Voronych, sebelum akhirnya diberikan koordinat lokasi penyimpanan pistol berperedam yang digunakan dalam eksekusi.

Setelah aksi pembunuhan, kedua tersangka sempat melarikan diri, namun berhasil dilacak dan disergap oleh satuan gabungan SBU dan aparat kepolisian Ukraina.

Hingga kini, pemerintah Rusia belum memberikan komentar atas operasi tersebut. Peristiwa ini menambah daftar panjang aksi saling balas antara Ukraina dan Rusia dalam perang yang kini memasuki tahun ketiga.

SBU kini semakin berperan strategis dalam menjalankan operasi khusus melawan target-target Rusia, termasuk pembunuhan terarah, sabotase, dan penggagalan misi infiltrasi yang dilakukan pihak Moskow.

Sementara itu, Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia kembali meluncurkan 60 drone peledak pada Sabtu malam. Dari total tersebut, 20 drone berhasil ditembak jatuh dan 20 lainnya berhasil diganggu.

Selain itu, serangan Rusia di wilayah Donetsk dan Kherson juga memakan korban jiwa. Otoritas Ukraina melaporkan empat warga sipil tewas dan 13 lainnya mengalami luka-luka sejak Sabtu.

Perang di balik bayang-bayang antara Ukraina dan Rusia terus memanas, menunjukkan bahwa konflik tak hanya terjadi di garis depan, tetapi juga dalam arena intelijen yang semakin agresif.***

Previous Post

Hasil Investigasi Awal Ungkap Rekaman Kotak Hitam Sebelum Pesawat Air India 171 Jatuh

Next Post

Pemerintah Siap Genjot Pasar Ekspor 2026, UMKM Termasuk Pegang Kendali

Berita Terkait

Presiden Iran Tanggapi Klaim AS soal Iran Akan Runtuh, Begini Pernyataannya
Internasional

Presiden Iran Tanggapi Klaim AS soal Iran Akan Runtuh, Begini Pernyataannya

by admin
August 24, 2026
0

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tetap berdiri teguh dan terus berupaya melayani masyarakat di tengah situasi perang yang...

Read more
Ketegangan Timur Tengah Reda, Ini Dampaknya bagi Harga BBM Malaysia

Trump Masukkan Selat Hormuz ke Peta AS, Iran Bereaksi Keras

August 19, 2026
Drone Misterius Masuk Rumania, Jet Tempur Spanyol Dikerahkan hingga Menembak

Drone Misterius Masuk Rumania, Jet Tempur Spanyol Dikerahkan hingga Menembak

August 16, 2026
Jerat WNI dengan Tawaran Kerja, Indonesia-Kamboja Bidik Sindikat Online Scam

Jerat WNI dengan Tawaran Kerja, Indonesia-Kamboja Bidik Sindikat Online Scam

August 13, 2026
Next Post

Pemerintah Siap Genjot Pasar Ekspor 2026, UMKM Termasuk Pegang Kendali

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.