• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dampak Bonus Demografi Bisa Jadi Manfaat atau Bencana Bagi Ekonomi Indonesia, Apa Solusinya?

Ketersediaan lapangan pekerjaan yang memadai menjadi salah satu kunci dari keberhasilan dalam memanfaatkan bonus demografi Indonesia | Foto: Kzenon.

Dampak Bonus Demografi Bisa Jadi Manfaat atau Bencana Bagi Ekonomi Indonesia, Apa Solusinya?

July 22, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Dampak bonus demografi bisa menjadi manfaat atau bencana bagi perekonomian Indonesia di 2045, kata Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid.

Dia mengingatkan bahwa bonus demografi yang selama ini dianggap sebagai peluang emas, bisa berubah menjadi ancaman serius jika tidak dikelola secara tepat.

You might also like

Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

March 4, 2026
Ratusan Ribu Mitra Gojek Akan Terdaftar BPJS Gratis, Berlaku Bertahap 2026

Ratusan Ribu Mitra Gojek Akan Terdaftar BPJS Gratis, Berlaku Bertahap 2026

February 19, 2026

Menurutnya, tanpa penciptaan lapangan kerja yang memadai, dampak bonus demografi justru dapat menimbulkan krisis sosial dan ekonomi dalam jangka panjang.

“Bonus demografi Indonesia yang diprediksi mencapai puncaknya dengan lebih dari 70% penduduk usia produktif, bisa menjadi bencana demografi jika kita gagal menyediakan lapangan kerja formal yang cukup,” ujar Arsjad dalam sebuah forum pertumbuhan inklusif di Jakarta.

Untuk menjawab tantangan tersebut dan mengoptimalkan manfaat bonus demografi, Arsjad memperkenalkan strategi pembangunan berkelanjutan berbasis tiga pilar, yang ia sebut sebagai pendekatan “3G”:

1. Grow People

Arsjad menekankan pentingnya membangun kualitas sumber daya manusia sebagai syarat utama untuk memanfaatkan bonus demografi. Ia mengungkapkan bahwa saat ini hanya sekitar 10% tenaga kerja Indonesia yang memiliki pendidikan sarjana, sementara mayoritas lulusan hanya SMP dan SD. Bahkan, IQ rata-rata masyarakat Indonesia dikabarkan menurun, menunjukkan urgensi perbaikan sistem pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Jika kita gagal meningkatkan kualitas SDM, maka kita gagal memetik manfaat bonus demografi,” tegasnya.

2. Gear Up Industry

Strategi kedua adalah mempercepat reindustrialisasi berbasis nilai tambah sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Arsjad menyoroti pentingnya hilirisasi sektor mineral, perluasan industri di luar Pulau Jawa, serta pelibatan aktif UMKM dalam rantai pasok industri nasional.

Langkah ini diperkirakan bisa menambah hingga USD 25 miliar pada Produk Domestik Bruto (PDB) dan menjadi solusi jangka panjang atas dampak bonus demografi jika tidak diimbangi oleh pertumbuhan industri padat karya.

3. Go Green

Pilar ketiga adalah menjadikan transisi energi sebagai peluang pertumbuhan ekonomi baru. Menurut Arsjad, ini mencakup re-skilling tenaga kerja dari sektor emisi tinggi, memperkuat pembiayaan hijau untuk UMKM, dan memastikan keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek-proyek energi terbarukan.

“Transisi energi bukan hanya soal lingkungan, tapi juga membuka potensi besar untuk menciptakan pekerjaan baru yang berkelanjutan,” jelasnya.

Arsjad menekankan, jika ketiga pilar strategi ini dijalankan secara konsisten, Indonesia tak hanya bisa menangkap manfaat bonus demografi, tetapi juga mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif yang kokoh dalam jangka panjang.***

Previous Post

Bakteri Super Ini Ancam Ekonomi Global, Berpotensi Rugikan Rp34.000 Triliun per Tahun pada 2050

Next Post

Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp16.276,5 Usai Kesepakatan Dagang AS–Jepang, Dolar AS Melemah

Berita Terkait

Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman
Ekbis

Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

by admin
March 4, 2026
0

Pemerintah Indonesia memastikan stabilitas pasokan pangan dan energi nasional tetap terjaga meski tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah terus meningkat....

Read more
Ratusan Ribu Mitra Gojek Akan Terdaftar BPJS Gratis, Berlaku Bertahap 2026

Ratusan Ribu Mitra Gojek Akan Terdaftar BPJS Gratis, Berlaku Bertahap 2026

February 19, 2026
Investasi Perak Makin Dilirik: Peluang, Keuntungan, dan Strategi Cerdas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Investasi Perak Makin Dilirik: Peluang, Keuntungan, dan Strategi Cerdas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

February 14, 2026
Bulog Cetak Sejarah, Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi Tembus Pasar Internasional

Bulog Cetak Sejarah, Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi Tembus Pasar Internasional

February 14, 2026
Next Post
Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp16.276,5 Usai Kesepakatan Dagang AS–Jepang, Dolar AS Melemah

Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp16.276,5 Usai Kesepakatan Dagang AS–Jepang, Dolar AS Melemah

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.