• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO Ditutup Menguat Berkat Dorongan Permintaan Ekspor

Harga CPO Ditutup Menguat Berkat Dorongan Permintaan Ekspor

December 23, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga kontrak crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives berakhir lebih tinggi pada perdagangan terakhir 22 Desember 2025, seiring meningkatnya permintaan ekspor.

Dikutip dari Bernama, Selasa, 23 Desember 2025, kenaikan itu juga dipicu oleh harga CPO yang relatif lebih murah dibanding minyak nabati lain.

You might also like

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026

Pedagang minyak sawit, David Ng, mengatakan pelemahan harga CPO dalam beberapa waktu terakhir justru menarik minat beli pelaku pasar, sekaligus memperkuat permintaan yang sedang berlangsung.

“Estimasi produksi CPO yang lemah juga memengaruhi sentimen pasar, bahwa level support berada di RM3,900 per ton dan level resistance di RM4,080 per ton,” katanya.

Pada penutupan perdagangan, kontrak Januari 2026 naik RM81 menjadi RM3,973 per ton, sementara kontrak Februari dan April 2026 masing-masing menguat RM75 ke RM3,983 dan RM3,990 per ton.

Kontrak Maret 2026 mengalami lonjakan sebesar RM80 menjadi RM3,985 per ton. Kontrak Mei 2026 juga naik RM72 menjadi RM3,988 per ton, sedangkan kontrak Juni 2026 bertambah RM68 menjadi RM3,982 per ton.

Volume perdagangan CPO futures mengalami penurunan menjadi 50,781 lot dari 81,381 lot pada hari Jumat sebelumnya. Sementara itu, open interest turun menjadi 270,951 kontrak dari 276,507 kontrak sebelumnya.

Di pasar fisik, harga CPO untuk pengiriman Januari di selatan Malaysia bertambah RM50 menjadi RM4,000 per ton.

Pergerakan positif ini mencerminkan sentimen pasar yang lebih kuat pada sisi permintaan ekspor meski volume transaksi turun. Penguatan harga CPO menjadi perhatian pelaku pasar menjelang awal 2026.***

Previous Post

BI Tegaskan Pedagang Wajib Terima Pembayaran Uang Tunai

Next Post

Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

Berita Terkait

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi
Ekbis

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi perhatian dalam dinamika ketenagakerjaan Indonesia sepanjang 2026. Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menunjukkan sebanyak...

Read more

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026
BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

September 17, 2026
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

September 16, 2026
Next Post
Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.