• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO Ditutup Menguat Berkat Dorongan Permintaan Ekspor

Harga CPO Ditutup Menguat Berkat Dorongan Permintaan Ekspor

December 23, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga kontrak crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives berakhir lebih tinggi pada perdagangan terakhir 22 Desember 2025, seiring meningkatnya permintaan ekspor.

Dikutip dari Bernama, Selasa, 23 Desember 2025, kenaikan itu juga dipicu oleh harga CPO yang relatif lebih murah dibanding minyak nabati lain.

You might also like

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

July 9, 2026
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026

Pedagang minyak sawit, David Ng, mengatakan pelemahan harga CPO dalam beberapa waktu terakhir justru menarik minat beli pelaku pasar, sekaligus memperkuat permintaan yang sedang berlangsung.

“Estimasi produksi CPO yang lemah juga memengaruhi sentimen pasar, bahwa level support berada di RM3,900 per ton dan level resistance di RM4,080 per ton,” katanya.

Pada penutupan perdagangan, kontrak Januari 2026 naik RM81 menjadi RM3,973 per ton, sementara kontrak Februari dan April 2026 masing-masing menguat RM75 ke RM3,983 dan RM3,990 per ton.

Kontrak Maret 2026 mengalami lonjakan sebesar RM80 menjadi RM3,985 per ton. Kontrak Mei 2026 juga naik RM72 menjadi RM3,988 per ton, sedangkan kontrak Juni 2026 bertambah RM68 menjadi RM3,982 per ton.

Volume perdagangan CPO futures mengalami penurunan menjadi 50,781 lot dari 81,381 lot pada hari Jumat sebelumnya. Sementara itu, open interest turun menjadi 270,951 kontrak dari 276,507 kontrak sebelumnya.

Di pasar fisik, harga CPO untuk pengiriman Januari di selatan Malaysia bertambah RM50 menjadi RM4,000 per ton.

Pergerakan positif ini mencerminkan sentimen pasar yang lebih kuat pada sisi permintaan ekspor meski volume transaksi turun. Penguatan harga CPO menjadi perhatian pelaku pasar menjelang awal 2026.***

Previous Post

BI Tegaskan Pedagang Wajib Terima Pembayaran Uang Tunai

Next Post

Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

Berita Terkait

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau
Ekbis

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

by admin
July 9, 2026
0

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali mengakhiri perdagangan di zona hijau. Pada penutupan sesi perdagangan Kamis (9/7/2026), indeks saham...

Read more
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026
Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

July 5, 2026
Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

July 3, 2026
Next Post
Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.