• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO Anjlok di Bursa Malaysia, Tertekan Sentimen Negatif

Harga CPO Anjlok di Bursa Malaysia, Tertekan Sentimen Negatif

March 4, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga Crude Palm Oil (CPO) kontrak di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) jatuh pada perdagangan Senin, 3 Februari 2025.

Penurunan ini dipicu oleh dua faktor utama, yakni melemahnya harga dalian palm olein serta kekhawatiran terhadap permintaan yang lesu dalam beberapa pekan ke depan.

You might also like

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026

Mengutip Bernama, analis pasar minyak sawit David Ng mengatakan bahwa tren pelemahan ini dipengaruhi oleh prospek permintaan yang masih lesu, sehingga harga CPO cenderung mengalami tekanan.

“Kami memperkirakan harga CPO akan menemukan level support di 4.430 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 4.600 Ringgit Malaysia per ton,” ujar David Ng.

Penurunan harga CPO terjadi di tengah ketidakpastian pasar global serta fluktuasi harga minyak nabati lainnya, terutama dari pasar China.

Para pelaku pasar kini mencermati dinamika permintaan dan faktor eksternal lain yang dapat memengaruhi harga komoditas ini dalam waktu dekat.

Berdasarkan data BMD, kontrak berjangka CPO untuk Maret 2025 turun 47 Ringgit Malaysia menjadi 4.682 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak April 2025 terkoreksi 60 Ringgit Malaysia menjadi 4.585 Ringgit Malaysia per ton.

Kontrak CPO untuk Mei 2025 anjlok 70 Ringgit Malaysia menjadi 4.484 Ringgit Malaysia per ton, sementara kontrak Juni 2025 melemah 73 Ringgit Malaysia ke level 4.382 Ringgit Malaysia per ton.

Kontrak Juli 2025 juga tertekan 74 Ringgit Malaysia ke 4.290 Ringgit Malaysia per ton, dan kontrak Agustus 2025 turun 71 Ringgit Malaysia menjadi 4.231 Ringgit Malaysia per ton.***

Previous Post

PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 53,6 di Februari, Kontras dengan Gelombang PHK

Next Post

BRK Syariah Serahkan CSR Sempena Syukuran Pelantikan Gubri dan Wagubri Terpilih

Berita Terkait

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi
Ekbis

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi perhatian dalam dinamika ketenagakerjaan Indonesia sepanjang 2026. Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menunjukkan sebanyak...

Read more

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026
BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

September 17, 2026
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

September 16, 2026
Next Post
BRK Syariah Serahkan CSR Sempena Syukuran Pelantikan Gubri dan Wagubri Terpilih

BRK Syariah Serahkan CSR Sempena Syukuran Pelantikan Gubri dan Wagubri Terpilih

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.