• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO Turun, Tertekan Oleh Ekspor Lemah dan Sentimen Global Negatif

Harga CPO Turun, Tertekan Oleh Ekspor Lemah dan Sentimen Global Negatif

July 29, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga CPO kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin, 28 Juli 2025.

Penurunan itu karena melemahnya kinerja ekspor minyak sawit Malaysia sepanjang Juli.

You might also like

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026

Kepala Penelitian Komoditas Sunvin Group, Anilkumar Bagani, mengungkapkan ekspor minyak sawit Malaysia periode 1–25 Juli hanya mencapai 1.029.585 ton berdasarkan data Intertek Testing Services.

Angka ini turun 9,23% dibandingkan periode yang sama bulan Juni.

Laporan serupa datang dari AmSpec Agri Malaysia yang mencatat ekspor sebesar 896.484 ton selama periode tersebut, turun signifikan sebesar 15,22% dibandingkan tahun lalu.

Analis pasar David Ng mengatakan penurunan harga CPO juga dipicu oleh kekhawatiran akan meningkatnya produksi dan pelemahan permintaan dalam beberapa pekan ke depan.

Selain itu, tekanan juga datang dari penurunan harga minyak kedelai di bursa Chicago Board of Trade (CBOT), yang turut memengaruhi sentimen pasar.

“Kami melihat level support di RM4.200 dan resistance di RM4.350,” ujar David Ng menambahkan.

Pada penutupan hari ini, kontrak spot CPO untuk pengiriman Agustus 2025 turun RM71 menjadi RM4.150 per ton.

Kontrak September 2025 melemah RM35 menjadi RM4.223 per ton, dan kontrak Oktober 2025 turun RM31 ke level RM4.242 per ton.

Sementara itu, kontrak November 2025 turun RM30 menjadi RM4.253, Desember 2025 melemah RM30 ke posisi RM4.260, dan Januari 2026 terkoreksi RM27 menjadi RM4.263 per ton.

Volume perdagangan juga mengalami penurunan signifikan, hanya mencapai 48.430 lot dibandingkan 82.818 lot pada Jumat lalu.

Minat terbuka turun menjadi 226.093 kontrak dari sebelumnya 229.303.

Adapun harga fisik CPO untuk wilayah Selatan Malaysia tercatat turun RM30 menjadi RM4.200 per ton.***

Previous Post

3 Orang Tewas dalam Insiden Kereta Tergelincir di Jerman Barat

Next Post

Pemerintah Kurangi Impor Minyak dari Timur Tengah, Fokus Kerja Sama Energi Senilai Rp245 Triliun

Berita Terkait

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi
Ekbis

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi perhatian dalam dinamika ketenagakerjaan Indonesia sepanjang 2026. Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menunjukkan sebanyak...

Read more

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026
BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

September 17, 2026
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

September 16, 2026
Next Post
Pemerintah Kurangi Impor Minyak dari Timur Tengah, Fokus Kerja Sama Energi Senilai Rp245 Triliun

Pemerintah Kurangi Impor Minyak dari Timur Tengah, Fokus Kerja Sama Energi Senilai Rp245 Triliun

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.