• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga Emas Masih Tertekan, Berisiko Anjlok ke US$ 2.850

Harga Emas Masih Tertekan, Berisiko Anjlok ke US$ 2.850

March 3, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga emas masih berada dalam tren bearish dan berisiko turun hingga ke level US$2.850. Tekanan ini dipicu oleh berbagai sentimen negatif, termasuk kebijakan tarif terbaru Amerika Serikat (AS), ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina, serta data ekonomi AS yang akan dirilis, terutama Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur ISM.

Pada perdagangan terbaru, harga emas tercatat naik tipis 0,15% menjadi US$ 2.863,1. Namun, secara keseluruhan, harga emas telah melemah 3% sejak mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 2.956 pekan lalu.

You might also like

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026

Analis Dupoin Indonesia, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa tekanan pada harga emas diperparah oleh kebijakan perdagangan Presiden AS, Donald Trump. Trump menegaskan akan menerapkan tarif baru untuk Meksiko dan Kanada mulai 4 Maret serta menaikkan tarif impor dari China hingga total 20%.

“Kebijakan ini mengecewakan pasar yang sebelumnya berharap ada penundaan dalam penerapan tarif tersebut,” ujar Andy, Senin (3/3/2025).

Dari sisi teknikal, Andy menambahkan bahwa kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average masih menunjukkan dominasi tren bearish. Dengan demikian, harga emas berpotensi turun hingga ke level US$ 2.850.

Meski demikian, Andy juga menilai bahwa jika terjadi rebound dari level tersebut, harga emas dapat bergerak naik dan mencapai target terdekat di US$ 2.877.

Di sisi fundamental, ketidakpastian global yang berlanjut, terutama akibat konflik Rusia-Ukraina, masih menjadi faktor pendukung emas sebagai aset safe haven. Pada sesi perdagangan Asia hari ini, harga emas sempat menyentuh US$ 2.870 seiring dengan minat beli yang meningkat.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data PMI Manufaktur ISM AS untuk mendapatkan gambaran lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi. Data sebelumnya menunjukkan kenaikan 2,5% secara tahunan (year-on-year), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat angka 2,6%. Sementara itu, indeks PCE inti juga turun menjadi 2,6% dari 2,9% pada Desember.

Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental ini, pergerakan harga emas dalam waktu dekat masih akan sangat bergantung pada perkembangan kebijakan perdagangan AS dan dinamika ekonomi global.

Sumber: Investor.id

Previous Post

Es Pisang Ijo Cocok untuk Buka Puasa, Ini Resep dan Cara Membuatnya

Next Post

PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 53,6 di Februari, Kontras dengan Gelombang PHK

Berita Terkait

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi
Ekbis

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi perhatian dalam dinamika ketenagakerjaan Indonesia sepanjang 2026. Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menunjukkan sebanyak...

Read more

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026
BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

September 17, 2026
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

September 16, 2026
Next Post
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 53,6 di Februari, Kontras dengan Gelombang PHK

PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 53,6 di Februari, Kontras dengan Gelombang PHK

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.